PSM Makassar 5 Kali Disanksi FIFA Musim Ini gegara Tunggakan Gaji

PSM Makassar 5 Kali Disanksi FIFA Musim Ini gegara Tunggakan Gaji

Ardiansyah - detikSulsel
Selasa, 24 Mar 2026 12:07 WIB
Gelandang PSM Makassar Daisuke Sakai diduga salah satu penyebab tim Juku Eja kembali disanksi FIFA.
Foto: Gelandang PSM Makassar Daisuke Sakai merayakan gol bunuh diri yang dicetak pemain Malut United Yakob Sayuri dalam laga di Stadion Gelora Kie Raha. (Dok. PSM Makassar)
Makassar -

PSM Makassar kembali dijatuhi sanksi oleh FIFA akibat rentetan masalah finansial yang tak kunjung usai. Tim berjuluk Juku Eja itu tercatat sudah 5 kali disanksi FIFA sepanjang musim kompetisi 2025/2026 ini gegara persoalan tunggakan gaji pemain hingga pelatih.

Berdasarkan pantauan detikSulsel di laman resmi FIFA, nama PSM Makassar terdaftar dua kali dalam pembaruan data terbaru. Masing-masing hukuman tersebut tercatat secara resmi pada tanggal 9 Maret 2026 dan 20 Maret 2026.

Hukuman itu berdampak larangan pendaftaran pemain selama masing-masing 3 periode. Padahal, sejumlah sanksi yang sebelumnya membelit manajemen Juku Eja hingga kini belum dinyatakan tuntas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rentetan sanksi yang menimpa PSM menuai kritik pedas dari kelompok suporter. Ketua Laskar Ayam Jantan (LAJ) Zona Parepare, Muhammad Ishak, menilai sanksi yang datang bertubi-tubi adalah bukti nyata buruknya tata kelola klub kebanggaan Sulsel tersebut.

"Terkait dengan sanksi FIFA yang kesekian kalinya, ini menandakan manajemen PSM saat ini sangat-sangat tidak profesional," ujar Ishak kepada detikSulsel, Senin (23/3/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Ishak, manajemen seharusnya fokus menyelamatkan posisi tim di klasemen yang saat ini sedang berada di posisi tidak aman. Bukannya berbenah, manajemen justru dinilai abai hingga laporan sanksi terus bertambah di tengah jalannya kompetisi.

"Mestinya dengan kondisi saat ini skuad PSM berada di posisi tidak aman klasemen sementara, manajemen fokus berbenah. Ini malah sanksi pelaporannya bertambah," tegasnya.

Awal Mula Badai Sanksi

Badai sanksi musim ini pertama kali menghantui kubu Juku Eja pada tanggal 8 Oktober 2025 yang lalu. Hukuman pembuka ini diduga kuat berakar dari sengketa finansial dengan mantan pelatih mereka, Bernardo Tavares.

Belum usai urusan dengan Bernardo, FIFA kembali menjatuhkan sanksi kedua kepada manajemen pada 9 Januari 2026. Kali ini, sengketa diduga muncul akibat adanya tunggakan hak mantan pemain asing mereka, Lucas Dias yang hengkang di tengah kompetisi.

Sanksi di Tengah Bursa Transfer

Hanya berselang hitungan pekan, PSM kembali masuk dalam daftar klub terhukum FIFA untuk ketiga kalinya pada 29 Januari 2026. Sanksi itu muncul tepat setelah manajemen memperkenalkan striker baru mereka, Luka Cumic, sebagai pengganti Abu Kamara.

Munculnya sanksi ketiga ini menambah beban berat manajemen di tengah ketatnya persaingan kompetisi Super League. Kondisi tersebut mengisyaratkan adanya kewajiban finansial yang belum beres meski klub tetap melakukan aktivitas transfer.

Sengketa Pelatih dan Pemain Asing

Memasuki bulan Maret, situasi finansial tim semakin pelik dengan turunnya sanksi keempat pada tanggal 9 Maret 2026. Hukuman ini diduga dipicu oleh masalah sengketa dengan Tomas Trucha yang statusnya sedang digodok oleh manajemen.

Terbaru, FIFA kembali mengetok palu sanksi kelima untuk Juku Eja pada tanggal 20 Maret 2026 yang lalu. Sanksi kelima ini diduga kuat merupakan buntut dari sengketa gaji pemain asing.

Kondisi Skuad dan Respons Manajemen

Kecurigaan publik menguat lantaran Daisuke Sakai dan Aloisio Neto tidak menampakkan batang hidung dalam sesi latihan terakhir. Sementara itu, absennya Sheriddin Boboev dipastikan karena sang pemain harus memenuhi panggilan pemusatan latihan tim nasional negaranya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PSM Makassar masih bungkam terkait rentetan lima sanksi dari FIFA tersebut. Media Officer PSM, Sulaiman Abdul Karim, belum memberikan respons resmi saat dihubungi detikSulsel mengenai langkah konkret klub ke depan.

Pernyataan Tim Pelatih

Sebelumnya diberitakan, Asisten Pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin menjelaskan, ketidakpastian status pelatih Tomas Trucha yang ikut menyeret nama PSM ke daftar sanksi FIFA. Dia mengungkapkan, kondisi internal antara Tomas Trucha dan pihak manajemen PSM.

"Statusnya (Tomas Trucha) masih dalam struktur kepelatihan PSM. Di tingkat manajemen masih menyimpulkan apa solusi terbaik, apakah selesai atau lanjut atau bagaimana, itu masih dirapatkan," kata Amiruddin usai laga, Sabtu (7/3/2026).

Amiruddin mengatakan, setiap keputusan strategis klub harus melalui mekanisme koordinasi yang matang di jajaran direksi. Termasuk pembahasan soal status Tomas Trucha yang dikabarkan dipecat.

"Karena info dari manajemen bahwa dalam pengambilan keputusan tidak serta-merta satu orang yang mengambil, harus ada bentuk (koordinasi)," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Suasana Kericuhan saat Suporter PSM Ngamuk Gegara Timnya Kalah"
[Gambas:Video 20detik]
(ata/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads