PSM Makassar setuju dengan rencana penghapusan aturan wajib menurunkan pemain U-23 di Super League musim depan. Asisten Pelatih PSM, Ahmad Amiruddin menegaskan kesiapan pemain di latihan akan menjadi satu-satunya tolok ukur untuk tampil, bukan lagi karena faktor usia.
"Sebenarnya pada prinsipnya yang main adalah yang paling siap. Bukan karena faktor pemain muda, pemain tua, atau pemain asing," kata Ahmad Amiruddin saat konferensi pers jelang laga, Jumat (17/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amiruddin menilai regulasi tersebut tidak menjadi masalah bagi skuad Pasukan Ramang. Dia menekankan siapa pun yang menunjukkan performa terbaik saat persiapan tim akan mendapatkan menit bermain.
"Siapa yang paling bagus di latihan pasti pelatih kasih kesempatan buat dia," ujarnya.
Kendati menyepakati wacana regulasi baru, Amiruddin menyebut fokus tim saat ini belum bergeser ke musim depan. Fokus utama Yuran cs adalah memastikan posisi PSM tidak terdegradasi dari Super League.
"Fokus kami yang pertama ini bagaimana kami mengamankan dulu posisi di Liga 1. Ya, itu yang pertama," pungkasnya.
Diketahui, PSSI dikabarkan akan meniadakan regulasi kuota pemain U-23 pada Super League musim depan. Sebelumnya, pemain U-23 wajib dimainkan sebagai starter dan minimal bermain 45 menit
Selain itu, regulasi untuk pemain asing masih sama dan tidak berubah. Masing-masing klub bisa mendaftarkan 11 pemain asing, 9 di daftar susunan pemain dan 7 bisa dimainkan di lapangan.
PSM Makassar juga merupakan tim yang memiliki pemain muda andalan. Nama-nama seperti Ananda Raehan, Ricky Pratama, Mufli Hidayat, Victor Dethan menjadi langganan starter di skuad PSM Makassar bahkan berkiprah di Timnas Indonesia kelompok umur.
(ata/asm)










































