Ketua Umum PSSI, Erick Thohir akhirnya angkat suara terkait penunggakan gaji pemain PSBS Biak selama tiga bulan. Erick menyebut bahwa dalam waktu dekat akan ada pertemuan dengan owner PSBS Biak.
"Kita tunggu saja karena ini baru diangkat beberapa hari terakhir. Yang pasti, dalam waktu dekat kita akan ada pertemuan dengan owner PSBS Biak," kata Erick Thohir dilansir dari detikSport yang mengutip dari CNN Indonesia, Sabtu (18/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erick turut menyinggung NDRC (National Dispute Resolution Chamber). Lembaga ini di bawah naungan PSSI yang diverifikasi FIFA untuk menangani sengketa kontrak antar pemain, pelatih, dan klub.
"Sebenarnya kalau isu di persepakbolaan, itu Liga sudah punya mekanismenya ya. PSSI sudah mempunyai payung hukumnya NDRC. Itu pertama di Asia, di mana untuk perlindungan pemain," ujarnya.
Lebih lanjut, Erick menyebut setiap klub sebetulnya telah memilik standar yang diatur dalam Club Licensing, yang salah satu syaratnya terkait finansial. Terlebih jika klub tersebut bermain di kompetisi teratas Indonesia yakni Super League.
"Tapi mekanisme Liga bagaimana mengontrol klub-klubnya itu ada yang namanya Club Licensing. Dan sepengetahuan saya, ada mekanisme Liga yang mengunci pendapatan. Karena dulu Liga memberikan pendapatan kepada masing-masing klub itu hanya kalau tidak salah 5 miliaran, di tahun ini sudah sampai naik ke 17 miliaran," lanjut pria yang juga menjabat sebagai Menpora itu.
Untuk diketahui, masalah finansial mendera PSBS dalam beberapa bulan terakhir. Karena masalah ini, PSBS pun kesulitan dalam hal operasional klub hingga menunggak hak para pemain.
Dalam surat yang beredar, pemain PSBS meminta perhatian kepada para pemangku jabatan sepakbola nasional. Kondisi ini membuat para pemain PSBS mulai terdampak dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
(ata/asm)
