Buaya Penyerang Warga Dicurigai Bukan Reptil Asli Sungai Mandar Polman

Buaya Penyerang Warga Dicurigai Bukan Reptil Asli Sungai Mandar Polman

Abdy Febriady - detikSulsel
Minggu, 03 Mei 2026 16:30 WIB
Buaya yang telah menyerang sejumlah warga di Polman diduga bukan reptil asli sungai Mandar.
Foto: Seorang pria viral mencoba menangkap buaya di Sungai Mandar. (dok. istimewa)
Polman -

Buaya yang telah menyerang sejumlah warga di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), diduga bukan reptil asli sungai Mandar. Alasannya, baru kali ini buaya menyerang warga meski keberadaannya sudah sejak lama diketahui.

"Ini bukan buaya asli (sungai Mandar), karena sejak dulu ada tapi tidak pernah menyerang warga. Baru beberapa bulan ini buaya mulai menyerang warga," kata salah seorang warga bernama Haedir kepada wartawan, Minggu (3/5/2026).

Haedir juga menuturkan, buaya asli sungai Mandar jarang menampakkan diri. Berbeda dengan buaya yang diduga telah menyerang empat warga di daerah ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau buaya asli sangat jarang terlihat, paling hanya kepalanya yang terlihat. Sedangkan buaya yang menyerang warga hampir setiap hari kelihatan bahkan naik berjemur di bantaran sungai," ucapnya.

Sementara itu, Penata Kelola Kelautan dan Perikanan Balai Pengelolaan Kelautan (PK) wilayah kerja Sulbar, Nuralim menyebut wajar jika warga memiliki dugaan seperti itu. Apalagi disebutkan serangan buaya ini bukan hal biasa terjadi.

ADVERTISEMENT

"Memang wajar kalau warga punya dugaan seperti itu, apalagi kalau kejadian ini terasa tidak biasa," ujarnya melalui pesan singkat.

Dia menjelaskan, buaya muara (Crocodylus porosus) memiliki daya jelajah cukup luas. Merkea bisa berpindah tempat dari muara ke laut atau sebaliknya.

"Namun secara ilmiah, buaya, terutama seperti buaya muara, memang memiliki wilayah jelajah yang luas dan bisa berpindah tempat melalui sungai atau laut, jadi kemungkinan 'pendatang' itu tetap ada, tapi bukan berarti sesuatu yang di luar kebiasaan alam," terangnya.

Meski begitu, Nuralim enggan berspekulasi terkait asal muasal buaya tersebut. Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana warga meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Yang lebih penting bagaimana meningkatkan kewaspadaan bersama, karena perubahan lingkungan, aktivitas manusia di sungai, atau berkurangnya habitat bisa membuat buaya lebih sering muncul di area yang dekat dengan warga. Jadi sebaiknya kita tetap waspada, mengikuti arahan pihak terkait, dan menghindari aktivitas berisiko di sungai untuk sementara waktu," pungkasnya.

4 Warga Diserang Buaya di Sungai Mandar Polman

Diketahui, dalam kurung waktu empat bulan sebanyak 4 warga menjadi korban serangan buaya di Sungai Mandar, Kecamatan Tinambung. Satu korban diantaranya meninggal dunia.

Buaya pertama kali menyerang pemuda bernama Jaumil (21) yang sedang mandi di Sungai Mandar, Kelurahan Tinambung, Kecamatan Tinambung, Minggu (28/12) sekira pukul 19.30 Wita. Meski selamat, Jaumil menderita luka pada kedua kaki akibat kibasan ekor buaya.

Serangan kedua dialami pria paruh baya bernama Ismail (52) yang saat itu sedang buang air besar di Sungai Mandar, Jumat (23/1) sekira pukul 19.00 Wita. Korban selamat dengan luka di punggung dan bokong akibat digigit buaya.

Masih di lokasi yang sama, serangan ketiga dialami pria bernama Muhlis (50) yang saat itu sedang mandi di Sungai Mandar, Kamis malam (23/4) sekira pukul 19.00 Wita. Korban ditemukan tak bernyawa 2 jam kemudian dengan kondisi luka di leher dan dada akibat gigitan buaya.

"Didapat itu buayanya sementara makan korban. Mungkin karena merasa terganggu warga, akhirnya (buaya) sempat dilepaskan (jasad korban)," kata Lurah Tinambung, Ali Sadikin, Jumat (24/4).

Tidak berselang lama, buaya kembali menyerang pria tua bernama Mustari (72) ketika menyeberangi Sungai Mandar untuk memberi makan ternak miliknya di Desa Lakopadis, Rabu (29/4) sekira pukul 16.00 Wita. Korban selamat dengan luka di pinggang belakang hingga harus mendapat perawatan di Puskesmas.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Pria 50 Tahun di Polman Tewas Diterkam Buaya saat Mandi di Sungai"
[Gambas:Video 20detik]
(ata/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads