Pelatih Bhayangkara FC Paul Munster enggan menanggapi lebih jauh terkait tuduhan rasisme yang dilakukan Marc Klok ke pemainnya, Hendry Doumbia. Paul Munster menegaskan hanya fokus pada permainan.
"Saya menunggu update penuh tentang situasi ini (rasisme Marc Klok). Sejujurnya, sekarang saya hanya fokus pada permainan ini (lawan PSM)," ujar Paul Muster pada sesi konferensi pers, Minggu (3/5/2026).
Paul Muster menilai pihak klub Bhayangkara FC telah menuliskan pernyataan resmi terkait aksi rasisme tersebut. Sementara Marc Klok juga sudah melakukan klarifikasi dan membantah tuduhan rasisme itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada banyak hal di sini. Tapi, sejujurnya, saya fokus pada permainan ini (lawan PSM). Saya perlu bekerja pada latihan ofisial, kami tidak ada latihan. Jadi, ya, situasi ini Anda mungkin tahu lebih dari saya," ucapnya.
Bhayangkara FC Laporkan Marc Klok
Aksi tuduhan rasisme itu terjadi saat laga Bhayangkara FC vs Persib Bandung, pada Kamis (30/4). Keributan terjadi di lorong menuju ruang ganti yang dimulai dari dugaan rasisme yang dilakukan Marc Klok kepada Hendry Doumbia.
"Diakui striker Bhayangkara Presisi Lampung FC, Henry Doumbia, jika dirinya menerima aksi rasis dari Marc Klok pada babak pertama," tulis Bhayangkara FC dalam keterangannya.
Di akhir babak pertama, Henry Doumbia memberitahukan aksi rasis yang diterimanya kepada Wahyu Subo Seto sebagai kapten tim. Mendengar laporan yang disampaikan Henry, setelah peluit akhir babak pertama dibunyikan Wahyu Subo Seto langsung mendatangi Marc Klok.
"Sama-sama menuju ruang ganti, Wahyu Subo Seto mendatangi Marc Klok dengan maksud mengkonfirmasi ucapan rasis yang ditujukan kepada Henry Doumbia. Momen-momen perdebatan itulah yang terekam dalam video-video yang viral di media sosial," tambahnya.
Terkait dengan aksi rasis yang diterima Henry Doumbia, selepas pertandingan manajemen Bhayangkara FC langsung melaporkan aksi rasis Marc Klok kepada Match Commisioner yang bertugas dilaga tersebut dan juga langsung bersurat kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
"Bagi Bhayangkara Presisi Lampung FC aksi rasis baik di dalam dan di luar sepak bola adalah hal yang tidak bisa diterima," tutupnya.
Marc Klok. Foto: Dok. Persib Bandung |
Marc Klok Harap Bhayangkara FC Minta Maaf
Marc Klok membantah dan tegaskan tidak pernah melakukan rasis kepada pemain Bhayangkara FC, Henry Doumbia. Dia pun meminta agar klub Bhayangkara meminta maaf akibat kesalahpahaman tersebut.
"Saya mengharapkan adanya permintaan maaf resmi dari Bhayangkara FC atas kekeliruan dan kesalahpahaman yang merugikan nama saya, serta atas penyebaran tuduhan yang tidak benar," tulis Marc Klok di media sosialnya.
Marc Klok menyayangkan pihak Bhayangkara FC yang tidak melakukan kroscek terlebih dahulu. Klok pun secara khusus menyebut nama manajer klub Bhayangkara, Sumardji yang terus menyudutkannya.
"Namun manajer mereka, Sumardji yang tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut saya sebagai rasis, baik di dalam stadion, dekat ruang ganti, maupun di lapangan setelah pertandingan. Saya telah memintanya untuk berhenti dan menyampaikan bahwa saya merasa terluka atas tuduhan yang tidak benar tersebut," paparnya.
Marc Klok menceritakan awal mula kejadian itu. Menurutnya, ada kesalahpahaman yang terjadi oleh Henry Doumbia saat Persib mencetak gol ke gawang Bhayangkara FC.
"Saat kami mencetak gol menjadi 2-1, Henri Doumbia menahan bola alih-alih melanjutkan kick-off. Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, 'give me the ball back'," tulisnya.
"Kami kemudian membicarakan hal tersebut. Ia meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata 'black'," sambungnya.
Persib Bandung Bela Marc Klok
Persib menegaskan bahwa tuduhan serius seperti rasisme harus dibuktikan secara jelas. Oleh karena itu manajemen Persib berharap agar proses yang berjalan dilakukan objektif, transparan, dan adil oleh pihak yang berwenang.
"Kami mengajak semua pihak untuk menahan diri, tidak berspekulasi, serta tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah demi menjaga kondusivitas kompetisi dan ekosistem sepak bola Indonesia," tulis pernyataan resmi Persib.
Simak Video "Video: Fadly Alberto Minta Maaf-Siap Terima Hukuman soal Tendangan Kungfu"
[Gambas:Video 20detik]
(ata/sar)











































