Polisi Periksa 32 Orang Terkait Ricuh Persipura Vs Adhyaksa, 9 Jadi Tersangka

Papua

Polisi Periksa 32 Orang Terkait Ricuh Persipura Vs Adhyaksa, 9 Jadi Tersangka

Paulus Pulo - detikSulsel
Senin, 11 Mei 2026 19:08 WIB
Polisi memeriksa 32 orang terkait kericuhan yang terjadi usai laga Persipura vs Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua.
Kondisi Stadion Lukas Enembe Pascakericuhan Laga Persipura. Foto: ANTARA FOTO/Gusti Tanati
Jayapura -

Polisi memeriksa 32 orang terkait kericuhan yang terjadi usai laga Persipura vs Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua. Dari jumlah itu, sebanyak 9 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Dari 32 orang yang diperiksa, 9 orang berpotensi menjadi tersangka karena telah memenuhi dua alat bukti. Sedangkan untuk 23 orang lainnya dipulangkan dan dikenakan wajib lapor," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito kepada wartawan, Senin (11/5/2026).

Cahyo menjelaskan Polda Papua terus melakukan langkah penegakan hukum terkait kerusuhan usai pertandingan sepakbola antara Persipura melawan Adhyaksa. Hingga saat ini pihaknya telah menerima 28 laporan masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari total 28 laporan polisi yang diterima, kasus yang ditangani meliputi pencurian kendaraan bermotor, pembakaran kendaraan, pengrusakan, hingga pengeroyokan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ia merinci laporan tersebut terdiri dari 16 kasus curanmor, 8 kasus pembakaran kendaraan, 1 kasus pengrusakan, 1 kasus pengeroyokan, dan 1 kasus pencurian telepon genggam.

"Akibat kejadian tersebut, tercatat tidak ada korban jiwa. Namun terdapat korban luka dari masyarakat sebanyak 1 orang dan anggota Polri sebanyak 8 personel," bebernya.

Selain itu, kerugian material meliputi 16 bangunan, 11 kendaraan roda dua, dan 21 kendaraan roda empat yang mengalami kerusakan maupun pembakaran. Dalam proses penyelidikan dan pengembangan kasus, aparat kepolisian juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 35 unit kendaraan roda dua hasil dugaan penjarahan.

"9 orang tersebut diduga melakukan aksi pelemparan terhadap petugas, penganiayaan, pengrusakan kendaraan, hingga penjarahan," tegasnya.

Saat ini, kata Cahyo, penyidik juga masih terus melakukan pengembangan melalui pengumpulan rekaman video, profiling pelaku, pemeriksaan saksi dan terduga pelaku. Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum guna melengkapi proses penyidikan.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga situasi kamtibmas yang kondusif dan tidak mudah terprovokasi. Polda Papua akan menindak tegas setiap pelaku tindak pidana sesuai aturan hukum yang berlaku," tegas Cahyo.

25 Mobil-9 Motor Dibakar Massa

Diketahui, pertandingan Persipura vs Adhyaksa tuntas dengan skor 0-1 di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, Jumat (8/5). Kekalahan itu sekaligus membuat Persipura gagal promosi ke Super League atau Liga 1.

Usai peluit panjang dibunyikan, sejumlah suporter meluapkan kekecewaan dengan memasuki lapangan Stadion Lukas Enembe. Suporter yang memasuki lapangan tersebut akhirnya bertindak anarkis.

"Terdapat 25 mobil dirusak atau dibakar saat ricuh pertandingan Persipura vs Adhyaksa. Selain itu juga terdapat 27 sepeda motor milik polisi dinyatakan hilang," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito kepada wartawan, Sabtu (9/5).

"Kerugian materiil cukup besar diantaranya kendaraan roda dua berjumlah 9 unit dibakar," tambahnya.

Cahyo mengatakan, tim gabungan dari Satreskrim Polres Jayapura dan Tim inafis Polda Papua telah melakukan identifikasi serta olah tempat kejadian perkara (TKP). Pihak kepolisian mengidentifikasi setidaknya ada empat lokasi utama kerusakan di area stadion.

"Kerusakan paling menonjol ditemukan pada area Aquatic dan ruang kontrol video (VCO) Stadion Lukas Enembe, di mana banyak kaca ditemukan pecah akibat lemparan massa," bebernya.

Persipura Terancam Sanksi Berat

Insiden itu membuat Persipura kini diambang ancaman sanksi berat dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Ancaman sanksinya bisa tanpa penonton di laga kandang tim Mutiara Hitam.

"Yang pasti, ini yang saya khawatirkan dengan kejadian kemarin, ini adalah pasti kita akan kemungkinan kena Komdis dari PSSI, dan itu akan larang penonton," ujar Manajer Persipura, Owen Rahadiyan dalam keterangannya, Senin (11/5).

Owen mengatakan, sanksi tanpa penonton akan sangat memberatkan tim dari segi biaya. Makanya dia berharap sanksi itu jangan sampai terjadi.

"Ini juga sejujurnya (kericuhan) ini bukan 100% suporter. Ini adalah serangan. Serangan pihak lain yang memakai kesempatan, momen Persipura main," ucapnya.

"Jadi saya minta hadap kebijakan komdis juga, setelah hasil dari kepolisian, dari Polda keluar bahwa ini adalah satu serangan ya, bukan supporter kita," tambahnya.

Lebih lanjut, Owen mengaku akan berupaya memberikan penjelasan ke Komdis PSSI. Termasuk melakukan upaya banding jika memang hal itu nantinya diperlukan.

"Jadi kalau misalnya ada itu (sanksi), saya akan menunjukkan permohonan kepada PSSI bahwa tolong ini bukan seperti ini dipertimbangkan," terangnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Ricuh! Mobil Penonton di Depan Stadion Dibakar Usai Laga Persipura Vs Adhyaksa"
[Gambas:Video 20detik]
(ata/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads