Kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes angkat bicara setelah mendapat sorotan tajam lantaran dinilai sering melakukan blunder saat pertandingan. Alih-alih tertekan oleh kritik, bek asal Tanjung Verde itu mengaku tetap tenang dan bisa tidur nyenyak.
Yuran awalnya mengatakan setiap pemain yang dipercaya masuk dalam kesebelasan utama pasti bisa melakukan kesalahan. Namun bagi dirinya, yang terpenting adalah selalu memberikan pembuktian dan kerja keras di lapangan.
"Pertama yang saya harus katakan adalah yang membuat kesalahan, adalah pemain yang sudah dipilih untuk bermain di kesebelasan tersebut. Dan ya, mungkin orang melihat saya membuat kesalahan tapi saya tetap memberikan yang terbaik," kata Yuran saat sesi konferensi pers menjelang laga melawan Persib Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Yuran, sorotan dari luar tidak mengubah cara kerjanya sebagai pesepakbola profesional. Ia kembali menegaskan selalu mengerahkan kemampuan maksimal, baik saat bertanding maupun dalam sesi latihan demi berkontribusi positif bagi tim Juku Eja.
"Setelah itu saya memberikan yang terbaik di lapangan dan bagi saya itu tidak membuat perbedaan bagaimana saya melakukan pekerjaan saya. Pada saat saya melakukan pekerjaan saya di latihan, saya selalu memberikan yang terbaik, melakukan hal-hal yang bisa saya lakukan untuk tim," jelasnya.
Yuran memilih menutup telinga dari segala kegaduhan yang ada. Pemain asal Cape Verde itu mengaku mentalnya tidak goyah sedikit pun dan mempersilakan para pengkritik untuk terus bersuara.
"Dan noise atau keributan-keributan yang ada di luar ini tidak mempengaruhi saya sama sekali, dan saya tidur dengan nyenyak. Mereka bisa melanjutkan kritik-kritik tersebut, namun itu tidak mempengaruhi saya," pungkasnya.
Diketahui, Yuran Fernandes dikritik oleh suporter usai melakukan kesalahan atau blunder di beberapa laga sebelumnya. Di antaranya, saat Yuran diganjar kartu merah cepat saat laga melawan Bali United.
Terbaru, Yuran dikritik usai menjadi pemicu PSM kebobolan lewat tendangan penalti saat dijamu Arema FC. Pemain berusia 31 tahun itu menghentikan pemain Arema FC, Gabi di kotak penalti dan dianggap pelanggaran yang berujung kekalahan PSM dengan skor telak 0-3.
Saat ini, PSM bersiap menatap laga pekan ke-33 Super League dengan menghadapi Persib Bandung. Pertandingan PSM vs Persib akan dimainkan di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Minggu (17/5) malam.
(ata/sar)










































