PSM Makassar kalah di laga terakhirnya di Super League musim ini. Pelatih interim PSM Ahmad Amiruddin menyebut para pemainnya kehilangan fokus saat bermain.
PSM kalah 0-2 saat tandang ke Madura United, Minggu (23/5/2026). Dua gol tuan rumah dicetak lewat dwigol oleh Junior Brandao pada menit ke-42 dan menit 53'.
Hasil itu tak mengubah apapun untuk PSM karena sudah mengunci tetap bertahan di Super League musim depan. Hanya saja mereka menutup musim dengan rentetan tiga kekalahan beruntun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amiruddin menilai kesalahan pertahanan yang berujung gol Madura United menunjukkan lemahnya konsentrasi para pemain. Ia percaya jika pemain bisa menjaga fokus maka hasilnya bisa berbeda.
"Kita mulai laga dengan sangat bagus, pemain bekerja keras. Tapi dalam suatu momen mereka kehilangan fokus, akhirnya lawan bisa mencetak gol dan itu merubah situasi," ungkap Amiruddin usai laga.
Di sisi lain, Amiruddin juga menilai timnya tampil tanpa skuad terbaiknya. Beberapa pemain andalan PSM tidak bisa bermain karena cedera.
"Pada prinsipnya pemain sudah melakukan tugasnya dengan baik. Tapi memang kami berangkat ke Madura Dengan situasi 4 pemain asing kami dalam kondisi cedera," paparnya.
Hasil laga ini, kata Amiruddin menjadi bahan evaluasi PSM menatap musim depan. Terutama menilai pemain yang pantas dipertahankan dan dilepas.
"Saya pikir dari hasil pertandingan ini yang kami bisa lakukan adalah bagaimana kami membuat laporan ke manajemen terkait kondisi pemain. Siapa yang bertahan, siapa yang harus mungkin tidak bersama PSM lagi," pungkasnya.
Untuk diketahui, PSM menutup Super League musim 2025/2026 dengan menempati peringkat ke-15. Hanya satu tingkat di atas Persis Solo yang terdegradasi ke Championship musim depan.
(ata/sar)










































