Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) memberikan subsidi penerbangan untuk mempercepat konektivitas antar daerah, khususnya bagi masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah dengan akses terbatas. Program ini membantu pemudik ke wilayah kepulauan pada momen Lebaran Idulfitri 1447 H.
Salah seorang penumpang rute Makassar-Selayar, Hartono, mengaku merasakan dampak langsung manfaat dari program subsidi ini. Dia membandingkan harga tiket pesawat beberapa tahun terakhir, baik yang bersubsidi maupun komersial.
Tiga tahun lalu, subsidi menekan harga tiket dari Rp 600.000-an menjadi sekitar Rp 300.000. Kini, dari harga normal di atas Rp 700.000-an, tiket dapat diperoleh sekitar Rp 400.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan subsidi ini, masyarakat sangat terbantu," ujar Hartono kepada wartawan di Gate 3 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Kamis (26/3/2026).
Menurut dia, penggunaan transportasi udara jauh lebih efisien dibandingkan jalur darat maupun laut yang membutuhkan waktu tempuh lebih lama dan cenderung melelahkan.
"Kalau lewat darat atau laut, waktunya panjang dan melelahkan. Sementara lewat udara lebih cepat dan memudahkan sampai tujuan," katanya.
Hartono berharap frekuensi penerbangan rute Makassar-Selayar dapat ditingkatkan menjadi setiap hari untuk mendukung mobilitas masyarakat. Dia membandingkan dengan kondisi di wilayah Papua, seperti di Wamena, yang memiliki jadwal penerbangan rutin hampir setiap hari.
"Harapannya bisa tersedia setiap hari, dari Senin sampai Minggu, seperti di daerah lain," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Pemprov Sulsel Andi Munawir, mengatakan program subsidi penerbangan merupakan salah satu prioritas Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. Program ini bertujuan menyediakan layanan penerbangan pada rute-rute yang pernah ada tetapi kemudian ditiadakan atau yang belum diminati maskapai secara komersial.
"Melalui subsidi ini, Pemerintah Pemprov Sulsel telah menghadirkan layanan transportasi udara dengan harga yang lebih terjangkau," kata Andi Munawir.
Guna memastikan keterjangkauan dan kontinuitas layanan, Pemprov Sulsel juga telah menetapkan jadwal penerbangan subsidi secara rinci, mencakup rute intra dan antarwilayah sebagai berikut:
Senin:
Makassar - Bone - Makassar (06.30-07.30 / 11.40-12.40)
Makassar - Selayar - Makassar (13.10-14.05 / 14.35-15.30)
Bone - Balikpapan - Bone (08.00-09.20 / 09.50-11.10)
Selasa:
Makassar - Bone - Makassar (06.30-07.30 / 14.30-15.30)
Bone - Kendari - Bone (08.00-09.45 / 12.45-14.00)
Rabu:
Makassar - Bone - Makassar (10.40-11.40 / 15.50-16.50)
Bone - Balikpapan - Bone (12.10-13.30 / 14.00-15.20)
Kamis:
Morowali - Bone - Morowali (08.20-09.45 / 12.45-14.00)
Makassar - Selayar - Makassar (13.15-14.10 / 14.45-15.40)
Jumat:
Makassar - Bone - Makassar (06.30-07.30 / 14.30-15.30)
Bone - Kendari - Bone (08.00-09.45 / 12.45-14.00)
Sabtu:
Makassar - Selayar - Makassar (10.40-11.50 / 12.50-14.00)
Minggu:
Morowali - Bone - Morowali (08.20-09.25 / 09.55-11.00)
(hsr/asm)










































