Tim Speleologi Korps Pecinta Alam (Korpala) Universitas Hasanuddin (Unhas) menemukan tujuh goa dan sungai bawah tanah di Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel). Temuan itu pada saat Korpala Unhas melakukan eksplorasi di kawasan Karst Buntu Kandora Lembang Palipu', Mengkendek.
"Betul. Saat melakukan eksplorasi, kami menemukan 7 goa," ujar Technical Adviso Korpala Unhas, Richardy Nura' Bandaso' kepada detikSulsel, Selasa (17/4/2026).
Eksplorasi dilakukan selama 7 hari mulai 23-29 Maret 2026 dengan memanfaatkan citra satelit dan topografi. Richardy mengatakan, salah satu goa yang tuntas dipetakan adalah Lo'ko' Mapia yang panjangnya 1,2 kilometer dan menghubungkan wilayah Mengkendek dengan Sangalla', tepatnya di wilayah Kalembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu goa namanya Lo'ko' Mapia, panjangnya 1,2 kilometer dengan kedalaman vertikal mencapai 150 meter. Proses pemetaannya dilakukan selama 12 jam," ujarnya.
Berikut videonya:
View this post on Instagram
Richardy mengungkapkan, goa tersebut terbentuk secara alami melalui proses geologi dalam waktu yang sangat panjang. Daerah di sekitar buntu kandora merupakan daerah karst, di mana batuan karbonat mengalami pelarutan oleh air, sehingga membentuk rongga, lorong, hingga sistem sungai bawah tanah.
"Jadi proses ini terkadang disebut karstifikasi, di mana terjadi interaksi antara air dan batuan yang secara perlahan membentuk gua tanpa campur tangan manusia," ujarnya.
Selama eksplorasi dalam goa, mereka juga menemukan 3 situs pemakaman Toraja yakni erong atau peti mati leluhur Toraja.
Richardy berharap, masyarakat menjaga kebersihan daerah sekitar. Sebab, aliran sungai bawah tanah merupakan sumber mata air warga beberapa desa.
"Hal paling menarik adalah sungai bawah tanah yang selama ini dikonsumsi masyarakat kalembang dan sekitarnya, bisa diidentifikasi secara pasti bahwasanya asalnya dari naniong," ujarnya.
"Berangkat dari hal tersebut kesadaran akan pentingnya menjaga kawasan karst menjadi sangat perlu karena fungsinya sebagai sumber air," tambahnya.
Selain itu, terdapat hal-hal menarik lain seperti biota gua yang bermacam-macam dan juga struktur batuan yang teridentifikasi dalam gua. Korpala Unhas akan melakukan eksplorasi lanjutan dengan pendekatan multidisiplin guna memahami sistem karst ini secara lebih menyeluruh.
(asm/hsr)










































