Sebanyak 192 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan mendaftar mengikuti seleksi awal Program Beasiswa Sekolah Penerbang Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel). Program pendidikan gratis ini dikerjasamakan dengan Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI).
Dari jumlah tersebut hanya 20 peserta terbaik yang akan memperoleh kesempatan menempuh pendidikan penerbangan melalui program beasiswa tersebut. Seleksi menjadi tahap awal penjaringan calon penerbang muda yang diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia Sulsel di sektor transportasi udara.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sulsel, M. Ishaq Iskandar mengatakan, profesi pilot tidak hanya menuntut kemampuan akademik dan kondisi fisik yang prima. Profesi ini juga menuntut generasi muda yang berkarakter, memiliki integritas, kedisiplinan, serta semangat pengabdian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menjadi seorang pilot membutuhkan kondisi fisik yang baik dan kemampuan intelektual yang memadai. Namun yang tidak kalah penting adalah karakter dan semangat untuk menjaga serta mengabdi kepada bangsa dan daerah," kata Ishaq dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).
Diketahui, seluruh peserta mesti mengikuti rangkaian seleksi dimana tahap 1 berupa administrasi dan wawancara oleh panitia Pemprov Sulsel. Seleksi tahap 2 test potensi akademik (TPA), wawancara bersama PPI Curug dan Panitia Pemprov, psikotes dan kesamaptaan. Seleksi tahap 3, tes kesehatan penerbangan (hatpen) dan tes bakat terbang (TBT).
Dari tahapan tersebut, nantinya akan dipilih 20 peserta terbaik untuk menempuh pendidikan di Politeknik Penerbangan Indonesia melalui beasiswa yang disiapkan Pemprov Sulsel. Ishaq berharap seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaik selama proses seleksi berlangsung.
Menurut Ishaq, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu mendukung konektivitas wilayah dan pengembangan sektor transportasi udara.
Antusiasme peserta terlihat dari beragam latar belakang dan motivasi yang mereka bawa. Bagi sebagian peserta, program ini menjadi peluang untuk mewujudkan cita-cita yang selama ini sulit dijangkau karena tingginya biaya pendidikan penerbangan.
Salah satunya Muh Revanza, siswa SMA Negeri 1 Palopo yang telah bercita-cita menjadi pilot sejak kecil dan melihat program tersebut sebagai kesempatan besar untuk mewujudkan impiannya. Revanza mengapresiasi langkah Pemprov Sulsel yang membuka akses pendidikan penerbangan bagi pelajar daerah melalui program beasiswa tersebut.
"Harapan saya mengikuti program ini agar dapat mengabdikan diri kepada daerah maupun negara. Sejak kecil saya memang bercita-cita menjadi seorang penerbang dan saya juga sangat menyukai dunia penerbangan," ujarnya.
Hal senada disampaikan Zahratun Aini, siswi SMA Negeri 10 Makassar. Dia terdorong mengikuti seleksi karena ingin mengembangkan potensi diri sekaligus memberikan kontribusi bagi daerah.
"Motivasi saya mendaftar karena ingin mengabdikan diri di daerah sendiri sebagai putri daerah yang memiliki potensi akademik maupun non-akademik. Saya sangat berterima kasih atas hadirnya program beasiswa penerbangan ini," katanya.
Sementara itu, Andi Azizah Muzayyanah, siswi SMA Negeri 8 Bone menilai program tersebut membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Sulsel untuk meraih cita-cita di dunia penerbangan. Dia menyampaikan terima kasih atas program ini.
"Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas program beasiswa Politeknik Penerbangan Indonesia ini. Program ini memberikan kesempatan kepada kami untuk menggapai cita-cita sekaligus berkontribusi bagi daerah," ujarnya.
Program Beasiswa Pilot menjadi salah satu langkah Pemprov Sulsel memperluas akses pendidikan vokasi yang selama ini identik dengan biaya tinggi. Selain membuka peluang karier bagi putra-putri Sulsel, program ini diharapkan dapat melahirkan tenaga profesional di sektor penerbangan yang dibutuhkan untuk mendukung konektivitas dan mobilitas antarwilayah di masa mendatang.
(sar/sar)
