Bom mortir peninggalan Perang Dunia (PD) II kembali ditemukan di Kabupaten Jayapura, Papua. Bahan peledak aktif itu ditemukan dalam galian fondasi rumah warga.
"Masyarakat melaporkan penemuan sebuah mortir aktif peninggalan Perang Dunia II di lokasi galian fondasi rumah," kata Kapolresta Jayapura Kota Kombes Fredrickus WA Maclarimboen dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Bom mortir tersebut ditemukan di Jalan Santarosa, belakang Gudang Dolog, Kelurahan Ardipura, Distrik Jayapura Selatan, Kamis (2/7) Siang. Tim Unit Jibom (Penjinak Bom) Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua dikerahkan mengevakuasi bom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mortir yang ditemukan memiliki panjang sekitar 23 sentimeter, berat kurang lebih 2 kilogram, dan berdasarkan hasil pemeriksaan merupakan mortir aktif peninggalan Perang Dunia II," ujarnya.
Bom tersebut selanjutnya dimusnahkan (disposal). Fredrickus memastikan proses evakuasi dan disposal berlangsung lancar dan kondusif.
"Setelah berhasil diangkat dari lokasi penemuan, mortir kemudian diamankan dan dibawa ke Buper Waena, Distrik Heram, untuk selanjutnya dilakukan disposal oleh tim Jibom," tambah Fredrickus.
Sementara itu Kapolsek Jayapura Selatan AKP Zakaruddin mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak menyentuh ataupun memindahkan benda mencurigakan yang diduga merupakan bahan peledak atau peninggalan perang. Dia meminta masyarakat melapor ke polisi untuk menjaga keselamatan.
"Apabila masyarakat menemukan benda yang diduga merupakan amunisi, mortir, atau bahan peledak lainnya, jangan mencoba memegang ataupun memindahkannya," Zakaruddin.
"Berdasarkan informasi dari Tim Jibom, tidak menutup kemungkinan masih terdapat benda-benda peninggalan Perang Dunia II maupun bahan peledak lainnya yang masih tertanam di kawasan tersebut," pungkasnya.
(sar/asm)
