Gubernur Sulsel Bangun Irigasi di Luwu, Akhiri 7 Tahun Sawah Minim Suplai Air

Gubernur Sulsel Bangun Irigasi di Luwu, Akhiri 7 Tahun Sawah Minim Suplai Air

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Minggu, 05 Jul 2026 13:00 WIB
Gubernur dan Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi groundbreaking pembangunan Daerah Irigasi Lengkong Pini dan Makawa di Kabupaten Luwu.
Foto: Gubernur dan Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi groundbreaking pembangunan Daerah Irigasi Lengkong Pini dan Makawa di Kabupaten Luwu. (dok. Istimewa)
Luwu -

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Daerah Irigasi Lengkong Pini dan Makawa di Kabupaten Luwu. Pembangunan irigasi ini akan mengakhiri 7 tahun sawah suplai air.

Peletakan batu pertama irigasi itu berlangsung di Desa Sampeang, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Bupati Luwu Patahuddin, Wali Kota Palopo Naili Trisal hingga anggota DPRD Sulsel.

"Alhamdulillah, hari ini kita memulai pembangunan irigasi Lengkong Pini dan Makawa," kata Andi Sudirman dalam keterangannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembangunan tersebut merupakan bagian dari Paket 4 program Multiyears Project (MYP) rehabilitasi daerah irigasi yang mencakup 8 daerah irigasi di Kabupaten Enrekang, Luwu, Toraja Utara, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Proyek ini dianggarkan Pemprov Sulsel senilai Rp120 miliar.

Andi Sudirman mengatakan, pembangunan ini bertujuan mengembalikan fungsi jaringan irigasi yang telah lama tidak optimal. Sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

ADVERTISEMENT

"Selama sekitar tujuh tahun, sebagian besar kawasan irigasi ini tidak lagi dialiri air karena jaringan irigasinya belum dikerjakan. Kini kita mulai membangunnya secara bertahap hingga tuntas," ujar Andi Sudirman.

Andi Sudirman menjelaskan, rehabilitasi Irigasi Lengkong Pini akan mengairi sekitar 300 hektare lahan pertanian. Sementara Irigasi Makawa juga akan melayani sekitar 300 hektare sawah.

Menurutnya, potensi pengembangan kawasan irigasi tersebut masih sangat besar. Dengan sumber air yang memadai, cakupan layanan irigasi ke depan dapat diperluas hingga mencapai ribuan hektare lahan pertanian.

"Pembangunan ini bukan hanya menyelesaikan persoalan irigasi yang telah lama terbengkalai, tetapi juga membuka peluang peningkatan luas layanan irigasi karena potensi sumber airnya sangat baik," jelasnya.

Andi Sudirman berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang baik sehingga manfaatnya segera dirasakan para petani. Dia juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mengawal proses pembangunan agar berjalan sesuai rencana.

"Semoga pembangunan daerah irigasi ini segera rampung dan memberikan manfaat besar bagi para petani. Mari kita awasi bersama proses pembangunannya agar hasilnya benar-benar berkualitas dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang," pungkas Andi Sudirman.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads