LPG 3 Kg di Bone Langka-Harga Tembus Rp 35 Ribu Diduga karena Dijual ke Wajo

LPG 3 Kg di Bone Langka-Harga Tembus Rp 35 Ribu Diduga karena Dijual ke Wajo

Abadi Tamrin - detikSulsel
Kamis, 22 Jan 2026 18:52 WIB
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah stok LPG bersubsidi 3 kilogram selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Toraja Utara dan Tana Toraja.
Foto: PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah stok LPG bersubsidi 3 kilogram. (Dok. Pertamina)
Bone -

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi merespons keluhan warga terkait kelangkaan gas LPG bersubsidi 3 kilogram (Kg) hingga harganya tembus Rp 35 ribu per tabungnya di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kelangkaan ini diduga karena penyalurannya dijual hingga ke Kabupaten Wajo.

Pertamina Patra Niaga melalui SBM Sulselbar VI Gas, Wahyu Purwatmo memastikan bahwa alokasi LPG 3 kilogram untuk wilayah Bone telah disalurkan sesuai kuota yang ditetapkan. Distribusi dari agen ke pangkalan juga terus dipantau agar berjalan tertib dan tepat sasaran.

"Terkait dugaan pengalihan LPG subsidi ke luar wilayah, Pertamina Patra Niaga mendorong sinergi dengan Pemerintah Daerah dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan penertiban terhadap pengecer maupun pihak-pihak yang mengambil LPG 3 kilogram dari Bone untuk disalurkan ke wilayah lain, termasuk ke Kabupaten Wajo," ujar Wahyu Purwatmo dalam keterangannya kepada detikSulsel, Kamis (22/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wahyu Purwatmo mengatakan, Pertamina Patra Niaga juga telah menyalurkan tambahan suplai LPG 3 Kg ke wilayah Bone sejak 12 Januari hingga 21 Januari 2026 dengan total sebanyak 38.640 tabung. Tambahan ini termasuk realisasi penyaluran pada hari libur, 16 Januari 2026, sebanyak 24.080 tabung, guna mempercepat pemulihan stok di lapangan.

"Penambahan suplai ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan LPG 3 kilogram bagi masyarakat Bone. Seluruh agen dan pangkalan diarahkan menyalurkan LPG sesuai wilayah kerjanya, yaitu di Kabupaten Bone, sebagaimana ketentuan yang berlaku," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menyampaikan bahwa penertiban dan pengawasan distribusi LPG 3 kilogram di tingkat pengecer hingga penggunaan akhir berada dalam kewenangan Pemerintah Daerah dan Aparat Penegak Hukum.

"Pertamina Patra Niaga secara aktif mendukung upaya tersebut melalui penyediaan data penyaluran, koordinasi di lapangan, serta pemenuhan pasokan sesuai alokasi yang ditetapkan, agar LPG subsidi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak di wilayahnya," jelas T. Muhammad Rum.

Muhammad Rum menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan monitoring penyaluran LPG 3 kilogram serta memperkuat koordinasi lintas instansi agar distribusi tetap aman, terkendali, dan tepat sasaran.

"Pertamina juga mengimbau masyarakat sebagai konsumen untuk menggunakan LPG 3 kg secara bijak dan tidak berlebihan, serta memastikan penggunaannya hanya untuk sektor-sektor yang berhak menerima LPG subsidi sesuai ketentuan yang berlaku," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, warga di Kabupaten Bone mengeluhkan kelangkaan dan mahalnya LPG 3 kg. Harga di pengecer bahkan tembus Rp 35 ribu per tabungnya.

"Kalau biasanya kita ambil di pangkalan bervariasi, mulai Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu. Kalau di pengecer harganya Rp 22 ribu, sekarang kita keliling mencari dan harganya sampai Rp 35 ribu," ujar salah seorang warga Kelurahan Toro, Agus Rinaldi (31) kepada detikSulsel, Kamis (22/1).

Hal senada juga disampaikan warga Kecamatan Lamuru, Lili (37). Dia mengaku harus ke daerah Kabupaten Soppeng untuk mencari tabung LPG 3 kg.

"Sampai saat ini kalau di Lamuru hanya susah didapatkan tabung gas melon, biasa kita ke daerah Soppeng mencari. Harganya Rp 25 ribu biasanya," sebutnya.

Sementara itu, Kadis Perdagangan Bone Muh Rusdi mengaku telah meminta penambahan kuota ke Pertamina. Namun sejauh ini pihaknya masih menunggu realisasinya.

"Iya (kami sudah dengar keluhan masyarakat). Kami sudah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga MOR VII Regional VI dan pihaknya meminta kami untuk membuat rekomendasi penambahan kuota LPG 3 Kg, dan itu sudah kami buat dan kirim sejak tanggal 14 Januari 2026, tinggal kita menunggu realisasinya," ucapnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Pertamina Talks 2026: Di Balik Layar Pertamina Menjaga Ketahanan Energi dan Bijak Berenergi"
[Gambas:Video 20detik]
(ata/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads