Peristiwa tiga pohon tumbang menimpa tenda pesta pernikahan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), berakhir tragis. Sebanyak 1 orang meninggal dunia dan 5 orang lainnya menderita luka-luka.
Tragedi maut itu terjadi di Dusun Harue, Desa Lalepo, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone pada Kamis (9/4) sekitar pukul 21.00 Wita. Awalnya, lokasi kejadian diguyur hujan deras disertai angin kencang sejak sore hari.
"Awal mulanya ini hujan daras mulai jam 3 sore," ujar warga setempat bernama Ardi (27) kepada detikSulsel, Jumat (10/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ardi, lokasi pesta saat itu sudah ramai tamu undangan. Sementara di lain sisi, cuaca buruk masih menyelimuti lokasi resepsi pernikahan hingga malam hari.
"Hujan deras disertai petir, dan pas sekitar jam 8 malam tumbang mi itu pohon kemiri, selang beberapa saat tumbang juga 2 pohon aren," ujarnya.
Ketiga pohon yang tumbang langsung menimpa tenda pengantin yang ditempati tamu undangan dan keluarga. Tragisnya, sejumlah warga tidak sempat menyelamatkan diri.
"Resepsi pengantin perempuan bernama Elvi Safira, pengantin laki-lakinya dari Pinrang. Banyak sekali orang dan langsung terhambur," sebutnya.
"Saat kejadian mamanya pengantin perempuan tertimpa pohon dan meninggal di tempat. Dia terjepit sama besi," sambung Ardi.
Dia menjelaskan, korban baru bisa dievakuasi kurang lebih 1 jam. Warga gotong royong memotong pohon yang menimpa tenda.
"Kurang lebih 1 jam itu baru bisa dievakuasi karena baru ada gergaji mesin. Setelah pi dipotong-potong itu pohon baru bisa dikeluarkan," jelasnya.
Korban Meninggal Ternyata Ibu Mempelai
Kapolsek Kahu Iptu Andi Muhammad Amir menjelaskan bahwa korban meninggal dunia merupakan ibu dari mempelai. Korban kehilangan nyawa setelah mengalami luka fatal.
"Mamanya pengantin yang meninggal. Dia mengalami luka terbuka pada kepala dan patah leher karena tertimpa pohon," sebut Amir.
Sementara lima korban lainnya menderita luka yang berbeda. Para korban telah dilarikan ke rumah sakit.
"(Korban luka) Ada yang patah kakinya dan luka robek pada kepala," sambung Amir.
(hmw/hmw)
