PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menutup penyeberangan di Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) menuju Pelabuhan Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai 1 Mei. Layanan tiket akan ditutup malam ini dan kapal hanya beroperasi hingga 30 April.
"Mulai tanggal 1 Mei 2026, rute penyeberangan Bajoe-Kolaka akan resmi dialihkan ke lintasan Siwa-Kolaka. Seiring dengan perubahan ini, batas waktu pembelian tiket melalui aplikasi atau web Ferizy untuk keberangkatan dari Pelabuhan Bajoe akan berakhir malam ini jam 12," ujar General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bajoe, Anom Sedayu Panatagama kepada detikSulsel, Senin (27/4/2026).
Hal ini merujuk pada surat Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Direktur Sarana Prasarana Angkutan SDP Kementerian Perhubungan Nomor : AP. 201/1/16/DJPD/2026 tanggal 5 Maret 2026 perihal tindak lanjut atas permohonan perpindahan lintas dan tarif sementara lintas Bajoe-Kolaka menjadi Siwa-Kolaka. Kemudian surat General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bajoe Nomor : UM.003/00219/IV/ASDP-BAE/2026 tanggal 9 April 2026 perihal pemberitahuan penundaan waktu penutupan Pelabuhan Penyeberangan Bajoe dan pengalihan sementara lintasan ke Siwa-Kolaka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengalihan lintasan sementara Bajoe-Kolaka menjadi Siwa-Kolaka dilaksanakan pada 1 Mei sampai waktu pengerjaan dermaga selesai atau maksimal pada tanggal 1 Juni. Terhitung mulai 21 April dilakukan penambahan trip operasional lintasan Bajoe-Kolaka untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di Pelabuhan Penyeberangan Bajoe pada masa transisi pengalihan lintasan sementara," katanya.
Dia menerangkan, untuk batas waktu pembelian tiket melalui situs resmi trip.ferizy.com atau agen resmi sebelum kuota habis pada Senin, 27 April 2026 hingga pukul 23.59 Wita. Keberangkatan tersisa berlaku bagi pemegang tiket untuk jadwal 28 sampai 30 April 2026.
"Hanya sampai jam 12 malam sebentar saja pembelian tiket. Kami menyampaikan bahwa pengguna jasa yang tidak memiliki tiket setelah batas waktu tersebut tidak dapat dilayani di Pelabuhan Bajoe dan akan diarahkan ke rute alternatif," sebutnya.
Anom menambahkan, pembatasan kuota tiket penyeberangan sesuai dengan kapasitas kapal untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan. Apalagi keterbatasan kapasitas kapal dan kuota tiket penyeberangan di Lintasan Bajoe-Kolaka maupun sebaliknya.
"Diimbau kepada seluruh pengguna jasa agar tidak memobilisasi armada atau kendaraan ke Pelabuhan Penyeberangan Bajoe dan Kolaka sebelum memiliki tiket resmi. Bagi kendaraan yang datang setelah batas waktu cut off namun belum memiliki tiket tidak akan dilayani," jelasnya.
(hsr/asm)










































