Banjir merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) imbas hujan deras sejak tadi malam. Kantor Polres, Kejaksaan Negeri, hingga SMPN 3 Watampone terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa.
"Itu Polres, Kejaksaan, dan SMP 3 kan di Jalan Yos Sudarso, airnya naik dan langsung rendam itu semua. Paling parah di SMP 3 karena air sampai pinggang orang dewasa," ujar warga Kelurahan Watampone, Indra Gunawan (27) kepada detikSulsel, Jumat (8/5/2026).
Indra mengatakan kantor dan sekolah yang terendam banjir berada di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Jumat (8/5) pagi. Wilayah tersebut memang diguyur hujan sejak Kamis (7/5) sekitar pukul 21.00 Wita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari tadi malam sekitar jam 9 malam hujan deras sampai tadi pagi sekitar jam 8. Makanya air naik hingga ke jalan, dan posisi kantor polres dan kejaksaan lebih rendah dibanding jalan poros makanya air lari turun semua," bebernya.
Sementara Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan mengatakan sejumlah personelnya telah dikerahkan menuju lokasi banjir sejak pukul 06.30 Wita, pagi tadi. Sejauh ini daerah paling parah yakni Kelurahan Bajoe, dan Kelurahan Panyula.
"Personel sudah kami berangkatkan ke beberapa lokasi terdampak banjir. Laporan yang kami terima Kelurahan Panyula dan Bajoe paling parah karena ketinggian air dari 50 sentimeter hingga 2 meter," sebutnya.
Diketahui, seorang wanita lanjut usia (lansia) bernama Naima ditemukan meninggal dunia terjebak banjir di rumahnya pagi tadi sekitar pukul 08.30 Wita. Korban tinggal di Lingkungan Rompe, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur
"Betul, kami menerima laporan ada lansia di Bajoe meninggal terjebak banjir. Sementara jenazahnya akan dievakuasi," ujar Andi Sultan, Jumat (8/5).
(hsr/asm)










































