Tabrakan beruntun melibatkan 3 mobil terjadi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Beruntung tidak ada korban yang tewas dalam insiden tersebut, namun salah seorang sopir terjepit dan kini dirawat di rumah sakit.
"Betul, tabrakan beruntun di poros Bone-Wajo. Tidak ada yang meninggal, namun sopir mobil pikap sementara dirawat di RSUD Tenriawaru," ujar Kasat Lantas Polres Bone AKP Riyanda Putra Utama kepada detikSulsel, Sabtu (23/5/2026).
Peristiwa kecelakaan lalu lintas beruntun itu terjadi di Jalan Poros Bone-Wajo, tepatnya di Desa Sijelling, Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone pada Sabtu (23/5) sekitar pukul 13.00 Wita. Kecelakaan tersebut melibatkan mobil pikap putih bernomor polisi DW 8660 AE yang dikemudikan SK, mobil Daihatsu Sigra bernomor polisi DD 1145 XDP dikemudikan SA, dan truk bermuatan pasir bernomor polisi B 9643 PYW dikemudikan NA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Riyanda mengatakan berdasarkan laporan awal di lapangan, kecelakaan diduga terjadi akibat kelalaian pengemudi mobil pikap, yang bergerak dari arah Kota Watampone menuju Wajo. Kendaraan tersebut diduga melaju dengan kecepatan tinggi tanpa memperhatikan arus lalu lintas dari arah berlawanan.
"Mobil pikap itu kehilangan kendali, kemudian oleng dan menyambar mobil Sigra yang datang dari arah berlawanan. Akibat benturan tersebut, mobil pikap oleng kembali menabrak truk bermuatan pasir yang berada di belakang mobil Sigra," katanya.
Dia menerangkan, akibat kecelakaan tersebut ketiga kendaraan mengalami kerusakan. Yang paling terparah dialami mobil pikap yang bagian depannya ringsek.
"Paling parah mobil pikap karena ringsek bagian depan dan sopirnya terjepit diantara mobil truk. Beruntung sopir itu hanya mengalami luka-luka, dan dirawat di rumah sakit," jelasnya.
Riyanda mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara. Utamakan keselamatan dan mematuhi aturan lalu lintas.
"Kami mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan, menjaga kecepatan kendaraan serta tetap fokus saat berkendara agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas. Kami imbau juga untuk tidak ugal-ugalan," bebernya.
(ata/sar)










































