8 Remaja Hendak Tawuran Dipicu Dendam di Bone Ditangkap, Parang-Busur Disita

8 Remaja Hendak Tawuran Dipicu Dendam di Bone Ditangkap, Parang-Busur Disita

Agung Pramono - detikSulsel
Minggu, 07 Jun 2026 17:00 WIB
Polisi mengamankan 8 remaja yang hendak tawuran di Bone.
Foto: Polisi mengamankan 8 remaja yang hendak tawuran di Bone. (Dok Istimewa)
Bone -

Polisi menangkap 8 remaja yang hendak melakukan tawuran dipicu aksi balas dendam di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Polisi turut menyita 4 parang, 1 sabit, hingga 3 anak busur yang diduga akan digunakan saat tawuran.

"Iya (8 remaja diamankan). Mereka hendak akan melakukan serangan balasan terhadap kelompok remaja di Jalan Biru," ujar Kasi Humas Polres Bone Iptu Rayendra Muchtar kepada detikSulsel, Minggu (7/6/2026).

Remaja itu diamankan di Jalan Gunung Klabat, di lingkungan sekitar SMP Negeri 2 Watampone, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Sabtu (6/6) sekitar pukul 23.00 Wita. Kedelapan remaja yang diamankan tersebut masing-masing berinisial AH (14), MA (16), A (15), F (16), M (16), AP (16), AA (16), dan R (15).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kedua kelompok sebelumnya sudah pernah tawuran, sehingga rencananya semalam dilakukan aksi balasan. Melihat gelagat mencurigakan dari kerumunan remaja tersebut, tim patroli gabungan segera mengambil tindakan dengan menghentikan," sebut Rayendra.

ADVERTISEMENT

Rayendra menerangkan, polisi kemudian melakukan pemeriksaan serta penggeledahan terhadap para remaja di lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan dan penelusuran, polisi berhasil menemukan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam dan minuman keras yang diduga kuat akan digunakan dalam aksi tawuran.

"Adapun barang bukti yang berhasil diamankan antara lain 4 unit parang, 1 unit sabit, 3 unit anak busur, 1 botol minuman keras, dan 5 unit kendaraan bermotor. Seluruh barang bukti tersebut diduga akan dipergunakan oleh para remaja untuk melancarkan aksi perang kelompok," bebernya.

Sementara itu, Kasat Samapta Polres Bone, Kompol Muh Tahir menegaskan, keberhasilan menggagalkan aksi tawuran ini merupakan hasil dari kesiapsiagaan dan kecepatan respons tim patroli gabungan yang bergerak di lapangan. Patroli ini dilakukan rutin setiap malam.

"Patroli gabungan ini kami laksanakan secara rutin dan intensif justru untuk mencegah hal-hal seperti ini terjadi. Kami tidak akan membiarkan aksi kekerasan jalanan mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat Bone, apalagi yang melibatkan anak-anak remaja," ucapnya.

Tahir berharap kepada orang tua, tokoh masyarakat, dan pihak sekolah untuk bersama-sama mengawasi pergaulan anak-anak. Jangan sampai mereka terjerumus dalam tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.




(ata/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads