Bocah 7 Tahun yang Tenggelam di Sungai Komering OKI Belum Ditemukan

Sumatera Selatan

Bocah 7 Tahun yang Tenggelam di Sungai Komering OKI Belum Ditemukan

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Minggu, 28 Des 2025 17:30 WIB
Tim SAR Palembang terus melakukan pencarian terhadap bocah yang tenggelam di aliran sungai komering OKI
Tim SAR Palembang terus melakukan pencarian terhadap bocah yang tenggelam di aliran sungai komering OKI (Foto: Istimewa /Humas SAR)
OKI -

Pencarian terhadap bocah tujuh tahun di Kabupaten OKI, Sumatera Selatan, M Hafiz Riski (7) yang tenggelam di Sungai Komering hingga kini belum ditemukan. Pencarian hari ini, Minggu (28/12/2025) masuk yang ketiga.

Diketahui korban tenggelam di Sungai Ogan, OKI, Sumatera Selatan, Jumat (26/12/2025) sekitar 16.00 WIB.

Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin menjelaskan sebelum kejadian, korban Riski yang merupakan warga Talang Jambe Kota Palembang sedang berlibur ke rumah neneknya di Desa Lubuk Dalam, Kecamatan Kayuagung OKI, Jumat,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, sambungnya, sekitar pukul 16.00 WIB korban pergi mandi ke sungai bersama nenek dan tiga orang saudaranya. Saat sedang bermain air di pinggir sungai, tiba-tiba korban terseret arus sungai.

"Nenek korban yang melihat kejadian tersebut sempat menyelamatkan ketiga saudaranya tapi nahas bagi korban yang tubuhnya hanyut dan tenggelam hingga saat ini masih belum ditemukan," katanya dari keterangan yang diterima detikSumbagsel, Minggu.

ADVERTISEMENT

Raymond mengatakan hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pencarian terhadap korban tenggelam. Tim Rescue Kantor SAR Palembang berangkat ke lokasi dengan membawa peralatan SAR air guna melakukan pencarian terhadap korban.

"Pencarian sudah kita lakukan sejak Jumat malam bersama tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI/Polri, BPBD, perangkat desa, relawan dan masyarakat. Korban masih belum ditemukan," ujarnya.

Raymond menjelaskan metode pencarian terhadap korban dilakukan dengan membagi tim SAR gabungan menjadi dua yakni search and rescue unit (SRU).

"SRU satu melakukan pencarian dengan cara menyisir aliran sungai dengan menggunakan perahu karet sejauh 8 km² ke arah barat laut," ujarnya.

"Sedangkan SRU dua jika dimungkinkan melakukan pencarian dengan cara penyelaman di sekitar lokasi awal kejadian serta melakukan penyebaran informasi kepada masyarakat yang berada disepanjang pesisir aliran sungai, semoga dengan berbagai upaya ini korban dapat segera ditemukan," sambungnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads