12 Penyakit yang Sering Menyerang Kucing Lengkap dengan Gejalanya

12 Penyakit yang Sering Menyerang Kucing Lengkap dengan Gejalanya

Bagus Rahmat Nugroho - detikSumbagsel
Selasa, 27 Jan 2026 21:00 WIB
Ilustrasi pelihara kucing
Ilustrasi kucing (Foto: Candra Budi)
Palembang -

Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang rentan terserang berbagai penyakit, mulai dari gangguan kulit hingga infeksi virus. Oleh karena itu penting bagi pemilik untuk dapat mengenali apakah kucing peliharaan terkena penyakit.

Dengan memahami berbagai penyakit kucing kita dapat melakukan deteksi dini. Semakin cepat penyakit kucing terdeteksi, maka akan semakin baik bagi kesembuhan kucing.

Berikut detikSumbagsel sajikan informasi mengenai daftar penyakit yang sering menyerang kucing lengkap dengan gejalanya. Yuk, simak!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daftar Penyakit yang Sering Menyerang Kucing

Dilansir dari laman My Best Friend Veterinary Center, Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji dan sumber lainnya. berikut ini sejumlah penyakit yang sering dialami kucing, antara lain:

1. Kutu Kucing

Penyakit pertama yang sering dialami oleh kucing disebabkan oleh kutu parasit yang hidup dengan cara mengisap darah. Kutu ini biasa bersarang di bulu kucing dan menimbulkan rasa gatal, sehingga kucing sering menggaruk badannya.

ADVERTISEMENT

Jika kucing terserang kutu, beberapa gejala yang muncul antara lain:

  • Bulu rontok
  • Kulit kemerahan dan iritasi
  • Luka pada kulit akibat garukan berlebih
  • Muncul butiran hitam mirip pasir di kulit dan bulu

Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan untuk membasmi kutu kucing adalah dengan memandikannya menggunakan sampo antikutu secara rutin. Jika jumlah kutu sudah terlalu banyak, detikers dapat mencukur habis bulu kucing untuk mempermudah pengobatan atau dibawa ke dokter hewan untuk penanganan lebih lanjut.

2. Virus Leukemia Kucing (FeLV)

Virus Leukemia Kucing (FeLV) merupakan salah satu penyakit akibat virus yang menyerang kucing dan dapat mengancam nyawa. Virus ini sering ditemukan di lingkungan dengan banyak kucing karena penularannya melalui kucing yang terinfeksi, seperti berbagi mangkuk makan minum, saling menjilati dan sebagainya.

Gejala FeLV pada kucing bervariasi, antara lain:

  • Gusi pucat atau berdarah
  • Nafsu makan dan berat badan menurun
  • Mudah kelelahan
  • Demam
  • Muntah dan diare
  • Kondisi bulu terlihat kusam
  • Perubahan perilaku

Penanganan penyakit ini umumnya bersifat suportif, yakni dengan cara memberikan dukungan nutrisi dan cairan, pemberian obat untuk meredakan gejala, dan pemeriksaan darah secara berkala guna memantau perkembangan virus.

3. Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD)

FLUTD merupakan istilah untuk menggambarkan berbagai gangguan pada saluran kemih bagian bawah kucing, khususnya kandung kemih dan uretra. Penyakit ini mengakibatkan kucing kesulitan untuk buang air kecil dan rasa nyeri.

Penyakit ini juga bisa terjadi akibat berbagai hal, seperti infeksi bakteri, luka pada saluran kemih, batu di kandung kemih, hingga stress. Gejala FLUTD antara lain:

  • Mengejan saat buang air kecil
  • Urin bercampur dengan darah
  • Mengeong atau tampak kesakitan saat membuang air kecil
  • Terlalu sering menjilati area kelamin

Pengobatan FLUTD biasa dilakukan dengan mengangkat sumbatan yang ada pada saluran kencing dengan menggunakan alat khusus. Selain itu, dokter hewan juga memberikan obat antibiotik.

4. Cacingan

Penyakit ini dapat terjadi akibat kucing mengonsumsi makanan kotor dan terkontaminasi bakteri. Cacingan pada kucing memiliki gejala sebagai berikut:

  • Perut buncit
  • Berat badan menurun
  • Adanya cacing di kotoran kucing
  • Bulu kasar dan mudah rontok

Umumnya untuk mengobati cacingan, dokter hewan akan memberikan obat cacing untuk membunuh cacing di tubuh kucing.

5. Ringworm

Ringworm merupakan salah satu penyakit kucing yang disebabkan oleh infeksi jamur dan dapat menular ke manusia (anak atau orang dewasa). Penularan dapat terjadi akibat kontak langsung dengan kulit yang terbuka atau pada benda yang telah terkontaminasi seperti karpet, sofa, bantal dan sebagainya.

Gejala penyakit ini umumnya bervariasi pada kucing, tapi gejala yang umum terjadi antara lain:

  • Bulu rontok
  • Kulit iritasi
  • Sering menggaruk
  • Muncul ruam pada bagian telinga, wajah, kaki, serta ekor

Pada kucing yang sehat, ringworm umumnya dapat hilang dengan sendirinya dalam jangka waktu kurang lebih tiga bulan tanpa pengobatan khusus. Akan tetapi, pengobatan dapat mempercepat kesembuhan pada kucing.

6. Penyakit Gigi pada Kucing

Salah satu penyakit umum yang kerap terjadi pada kucing adalah penyakit gigi. Kondisi ini terjadi akibat penumpukan plak dan karang gigi di permukaan gigi. Apabila tidak ditangani, plak dapat menyebar dan menyebabkan peradangan gusi, kerusakan jaringan gigi, hingga pengeroposan tulang rahang.

Penyakit ini biasa terjadi pada kucing di atas empat tahun, terutama bagi kucing yang giginya jarang dibersihkan atau memiliki susunan gigi yang tidak rapi sejak lahir.

Gejala penyakit gigi pada kucing antara lain:

  • Nafsu makan berkurang
  • Bau mulut tidak sedap
  • Memiringkan kepala saat makan
  • Cenderung memilih makanan lembut

Penyakit ini dapat ditangani dengan sejumlah perawatan seperti pembersihan karang gigi oleh dokter hewan, perawatan rutin gigi, hingga pemeriksaan gigi secara berkala.

7. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)

Kucing juga dapat terserang ISPA akibat infeksi bakteri atau virus yang ditularkan oleh sesama kucing melalui air liur saat bersin atau makan dan minum bersama di wadah yang sama.

Ciri-ciri ISPA pada kucing, meliputi:

  • Bersin
  • Hidung berair
  • Kehilangan nafsu makan
  • Demam
  • Keluarnya cairan bening dari hidung
  • Bernafas dengan mulut terbuka

Apabila tanda-tanda ini sedang dialami oleh kucing peliharaan detikers, sebaiknya segera konsultasi ke dokter hewan untuk penanganan lebih lanjut. Karena, jika kondisi ini dibiarkan begitu saja berisiko mengalami komplikasi seperti pneumonia.

8. Feline Panleukopenia Virus (FPV)

FPV merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi feline parvovirus. Dilansir dari laman American Veterinary Medical Association, anak kucing rentan untuk terinfeksi virus ini. Penularan FPV dapat melalui sentuhan langsung dengan urine, kotoran, atau cairan hidung dari kucing lain yang telah terinfeksi.

Gejala penyakit ini, antara lain:

  • Muntah
  • Lemas
  • Diare
  • Tidak mau makan dan minum sehingga berat badan menurun
  • Demam

Sayangnya, belum ada pengobatan yang mampu menyembuhkan penyakit ini. Penanganan yang diberikan hanya bertujuan untuk meringankan gejala sakit yang dialami oleh kucing.

9. Feline Immunodeficiency Virus (FIV)

FIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh kucing. Berbeda dari penyakit lain, penyakit ini berkembang secara perlahan dan mampu untuk tidak menunjukkan gejala selama bertahun-tahun. Saat daya tahan tubuh menurun, kucing menjadi rentan terhadap berbagai infeksi sekunder.

Gejala FIV kucing sebagai berikut:

  • Menurunnya nafsu makan sehingga berat badan menurun
  • Demam
  • Diare
  • Radang gusi dan mulut
  • Luka sulit sembuh
  • Keluarnya cairan dari hidung atau mata
  • Gangguan buang air kecil
  • Perubahan perilaku

Adapun penanganan pada kucing yang menderita FIV, umumnya difokuskan pada pengendalian gejala dan pencegahan infeksi lanjutan seperti pemberian obat infeksi sekunder, makanan bergizi, obat antiinflamasi, pengendalian parasit dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

10. Feline Infectious Peritonitis (FIP)

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus feline coronavirus. Perlu dipahami jika coronavirus yang menyerang kucing berbeda dari virus Covid-19 yang terjadi pada manusia.

Umumnya virus ini menginfeksi saluran pernafasan bagian atas (hidung dan tenggorokkan) atau saluran pencernaan seperti usus. Gejalanya pun beragam, tetapi tanda awal munculnya penyakit ini antara lain:

  • Demam
  • Nafsu makan berkurang
  • Sesak nafas
  • Lesu

Sayangnya, masih belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit ini. Tetapi detikers dapat mencegah infeksi virus ini dengan rutin mengunjungi dokter hewan, termasuk melakukan vaksin pada kucing peliharaan.

11. Diare

Penyakit umum lain yang juga dialami oleh kucing adalah diare. Penyakit ini dapat terjadi karena alergi atau peradangan saluran pencernaan hingga intoleransi makanan.

Gejala yang terjadi adalah frekuensi membuang kotorannya semakin sering. Umumnya penyakit ini tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya.

Namun, jika dalam waktu dua hari diare tidak kunjung sembuh bahkan berdampak pada menurunnya nafsu makan dan muntah. Baiknya, segera periksakan kucing peliharaan detikers ke dokter hewan.

12. Infeksi Mata

Penyakit umum terakhir yang sering menyerang kucing adalah konjungtivitis atau infeksi mata. Kondisi ini terjadi karena adanya infeksi bakteri, alergi, iritasi, atau ada kotoran yang menyumbat mata. Selain itu infeksi ini dapat menyerang satu atau dua mata sekaligus.

Adapun gejala dari kondisi ini, meliputi:

  • Mata berair
  • Kelopak mata bengkak
  • Mata merah
  • Berkurangnya nafsu makan
  • Berkedip lebih sering; dan
  • Sering menggosok mata

Penyakit ini tergolong ringan dan dapat sembuh dengan cepat menggunakan obat tetes mata khusus.

Itulah dia 12 penyakit yang sering menyerang kucing. Ayo mulai jeli dengan kondisi kucing detikers ya. Semoga berguna.

Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: 2 Hal yang Bisa Dilakukan Pemerintah untuk Cegah Overpopulasi Kucing"
[Gambas:Video 20detik]
(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads