Banjir di wilayah Muara Enim, Sumatera Selatan, juga mengakibatkan akses jalan lintas penghubung ke Kota Prabumulih terdampak. Akibat akses jalan tergenang, sempat diberlakukan buka tutup bagi kendaraan yang melintas di Desa Tanjung Terang, Kecamatan Gunung Megang.
"Sempat dilakukan buka tutup jalan, namun kini sudah dibuka untuk dua arah. Tidak ada lagi kemacetan di akses jalan itu," ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Muara Enim Doris Kholmar saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).
Buka tutup akses jalan itu, diduga dilakukan warga agar rumah mereka tak terdampak alur air yang mengalir ke rumah. Akibatnya, akses jalan sempat terjadi kemacetan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya mungkin sempat buka tutup karena itu, supaya rumah mereka aman dari ombak akibat kendaraan yang melintas. Tapi, saat ini jalan sudah kembali normal," katanya.
Sementara di wilayah itu, hasil pendataan BPBD terdapat 2 dusun yang terdampak banjir. Yakni di Dusun 2 Desa Tanjung Terang terdapat 15 rumah terendam tang dihuni 17 KK. Sedangkan di Dusun 3, ada 38 rumah terendam yang dihuni 45 KK.
"Total ada 174 jiwa yang terdampak banjir dari dua dusun di Desa Tanjung Terang," katanya.
Dari data 174 jiwa itu, di antaranya adalah 15 balita, 6 lansia, dan 1 lansia rentan yang terdampak banjir. Dalam banjir itu tak ada korban jiwa.
(dai/dai)
