Dua Pekan Air Tirta Betuah Mati, Warga Kenten Laut Terpaksa Beli Air Galon

Sumatera Selatan

Dua Pekan Air Tirta Betuah Mati, Warga Kenten Laut Terpaksa Beli Air Galon

Irawan - detikSumbagsel
Kamis, 05 Feb 2026 07:00 WIB
Proses perbaikan pipa Tirta Betuah Banyuasin yang bocor
Foto: Proses perbaikan pipa Tirta Betuah Banyuasin yang bocor (Dok. Tirta Betuah Banyuasin)
Banyuasin -

Warga Kelurahan Kenten Laut, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mengeluhkan terhentinya aliran air bersih dari Perumda Tirta Betuah Banyuasin yang sudah berlangsung lebih dari dua pekan. Akibatnya, warga terpaksa membeli air galon dan air jeriken untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Diketahui di kawasan Komplek Merah Buri, Kenten Laut, air bersih sudah tidak mengalir sejak 19 Januari 2026 hingga kini. Warga menyebut kondisi tersebut sangat menyiksa karena air merupakan kebutuhan pokok masyarakat.

Salah seorang warga, Fitri, mengatakan dirinya harus mengeluarkan biaya tambahan setiap hari demi memenuhi kebutuhan air bersih keluarganya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setiap hari kami beli air galon untuk masak dan minum. Kalau untuk mandi, kami beli air pakai jerigen. Ini sudah berjalan lebih dari dua minggu," katanya kepada detikSumbagsel, Rabu (4/2/2026).

Fitri menjelaskan, aliran air bersih di wilayahnya mati total sejak 19 Januari 2026 dan hingga saat ini belum juga kembali normal.

ADVERTISEMENT

"Air mati sejak 19 Januari sampai sekarang belum hidup. Infonya karena ada pipa bocor dan lagi diperbaiki," ujarnya.

Ia berharap pihak Perumda Tirta Betuah Banyuasin dapat segera menyelesaikan perbaikan pipa tersebut agar distribusi air bersih kembali normal. Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan utama yang tidak bisa ditunda.

"Kami minta pihak Tirta Betuah cepat mengerjakan pipanya. Air bersih ini kebutuhan pokok masyarakat, sangat penting," ungkapnya.

Keluhan serupa juga dirasakan, Ulum warga lainnya di kawasan Kenten Laut. Dia berharap pemerintah daerah turun tangan secara langsung untuk mempercepat penanganan krisis air bersih yang sudah berlangsung lebih dari dua minggu tersebut.

"Pemerintah Kabupaten Banyuasin tolong kami, air kebutuhan utama kami jika mati berbulan-bulan kami kesulitan, Pak," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuasin Erwin Ibrahim, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat yang terdampak atas terganggunya distribusi air bersih di wilayah tersebut.

"Kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat yang terdampak. Saat ini memang terjadi pipa pecah pada jalur transmisi Kenten Laut, tepatnya di wilayah Merah Mata, sehingga pendistribusian air ke pelanggan terganggu," kata Erwin.

Erwin menjelaskan, saat ini pihak terkait masih melakukan proses perbaikan pipa yang mengalami kerusakan tersebut.

"Sekarang masih dalam proses perbaikan pipa. Mohon doanya agar pekerjaan ini bisa cepat selesai dan air bersih segera kembali normal," ujarnya.

Ia memastikan pemerintah daerah bersama Perumda Tirta Betuah Banyuasin terus berupaya mempercepat perbaikan demi memulihkan layanan air bersih bagi masyarakat.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads