Ribuan jemaah dari berbagai kalangan usia memadati sejumlah lokasi ziarah kubro hari kedua di Kota Palembang. Kegiatan ziarah kubro ini digelar dalam rangka mengenang para ulama dan habaib yang telah berjasa menyebarkan Islam di Bumi Sriwijaya.
Hari kedua dari kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, (7/2/2026) yang bertepatan dengan 19 Sya'ban 1447 Hijriah.
Berdasarkan pantauan detikSumbagsel, jemaah yang hadir adalah kaum pria dari berbagai kalangan usia. Mayoritas yang hadir kompak mengenakan baju putih dan peci putih, menciptakan pemandangan yang khidmat sepanjang rute ziarah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlihat ratusan jemaah berjalan kaki dalam rombongan sambil melantunkan shalawat. Sebagian lainnya menggunakan sepeda motor. Tampak pula sejumlah angkot dan mobil pikap yang mengangkut puluhan jemaah di bagian bak belakang, sembari tetap melantunkan shalawat.
Kegiatan dimulai sejak pagi hari pukul 06.30 WIB dengan pembacaan Qasidah Burdah di Rumah Al-Habib Ahmad yang berlokasi di Karang Panjang, 12 Ulu Palembang. Acara pembukaan ini dihadiri oleh ratusan jemaah.
Rangkaian ziarah kemudian berlanjut ke beberapa lokasi bersejarah. Pada sekitar pukul 07.30 WIB, jemaah melakukan ziarah pemakaman Auliya dan Habaib di Telaga Sewidak yang terletak di 14 Ulu Palembang.
Warga yang bertempat tinggal di sekitar komplek pemakaman, Ahmad (65) mengatakan kompleks pemakaman ini menjadi salah satu destinasi ziarah penting karena menjadi peristirahatan terakhir para ulama dan habaib yang telah menyebarkan ajaran Islam di wilayah Palembang.
"Ini emang tempat ziarah penting, karena para ulama dan habaib itu banyak di makam kan disini, makanya banyak orang yang ikut memakamkan keluarganya disini," ujarnya.
Puncak kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB dengan ziarah pemakaman As-Seggaf dan Haul Al-Habib Abdurrahman. Lokasi ini berada di Komplek As-Seggaf, 16 Ulu Palembang. Ribuan jemaah memadati area pemakaman untuk berziarah dan membaca doa.
Terlihat setelah menunaikan shalat dzuhur berjemaah, sekitar pukul 12.30 WIB, panitia menggelar acara makan bersama untuk seluruh jemaah yang hadir.
Panitia logistik kegiatan ziarah kubro, Azwar (22) mengatakan tujuan penyelenggaraan acara ini untuk mengenang para ulama.
"Untuk mengenang para ulama dengan yang memiliki jejak menyebarkan islam di bumi sriwijaya Palembang," ujarnya, Sabtu.
"Ziarah kubro ini sejatinya sudah lama dilaksanakan, namun mulai diselenggarakan secara besar-besaran sejak tahun 2003," sambungnya.
Azwar juga menyampaikan pesan dan harapan, agar masyarakat Palembang khususnya dapat antusias mengikuti acara ini sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama yang telah berjasa.
Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.
(csb/csb)
