Sampah Berserakan di Pinggir Jalan dan Drainase Kertapati, Camat Diultimatum

Sumatera Selatan

Sampah Berserakan di Pinggir Jalan dan Drainase Kertapati, Camat Diultimatum

Mutiara Helia Praditha - detikSumbagsel
Rabu, 11 Feb 2026 21:20 WIB
Tumpukan sampah terlihat memenuhi saluran drainase Jalan Ki Marogan, Palembang
Tumpukan sampah terlihat memenuhi saluran drainase Jalan Ki Marogan, Palembang (Foto: Mutiara Helia Praditha)
Palembang -

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyoroti masih banyaknya sampah yang berserakan di pinggir jalan, khususnya di kawasan Kertapati. Dia pun memberikan peringatan dan ultimatum kepada camat untuk menyelesaikan permasalahan itu.

Bukan itu saja, Ratu Dewa juga menginstruksikan petugas kebersihan bergerak secara mobile agar persoalan tersebut segera ditangani dan tidak mengganggu estetika, ketertiban, serta keamanan lingkungan.

Pantauan detikSumbagsel Rabu (11/2/2026), tumpukan sampah terlihat memenuhi saluran drainase terbuka di Jalan Ki Marogan, Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, tepat di depan Stasiun Kertapati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sampah plastik, kayu, hingga limbah rumah tangga menumpuk di sepanjang aliran yang terhubung langsung ke Sungai Musi, sehingga menimbulkan kesan kumuh di kawasan yang menjadi akses utama masyarakat tersebut.

Ratu Dewa menegaskan, kawasan Kertapati sudah menjadi perhatian khusus pihaknya. Apalagi, di lokasi tersebut terdapat saluran drainase terbuka yang bermuara langsung ke Sungai Musi dan kini dipenuhi sampah.

ADVERTISEMENT

Kondisi itu dinilai tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan yang lebih luas.

"Kalau di Kertapati saya sudah mewarning, sehingga ada program yang memang mobile. Mobile dari para petugas sampah itu. Saya sudah minta dan ultimatum dengan camatnya, sembari dikasih edukasi masyarakat di tingkat RT RW masing-masing supaya jangan buang sampah di tengah-tengah jalan trotoar, karena mengganggu estetika dan juga menyangkut ketertiban dan juga keamanan," katanya, kepada wartawan Rabu.

Dia menjelaskan, pola penanganan dilakukan dengan sistem jemput bola melalui petugas kebersihan yang bergerak secara rutin di titik-titik rawan penumpukan sampah. Selain itu, edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting agar kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat dihentikan.

Menurutnya, persoalan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif warga. Peran RT dan RW diharapkan mampu mengingatkan serta mengawasi lingkungan masing-masing agar tetap bersih.

Pemkot Palembang pun berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan di sejumlah wilayah, terutama kawasan yang menjadi akses utama masyarakat dan terhubung langsung dengan aliran Sungai Musi, guna mencegah dampak pencemaran yang lebih besar.

Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads