Miras Oplosan di Jabar Renggut 9 Nyawa, Pemasok-Penjual Diamankan Polisi

Sumatera Selatan

Miras Oplosan di Jabar Renggut 9 Nyawa, Pemasok-Penjual Diamankan Polisi

Wisma Putra - detikSumbagsel
Kamis, 12 Feb 2026 13:40 WIB
Ilustrasi fokus Maut Miras Oplosan (Luthfy Syahban/BeritaKlik)
Foto: Ilustrasi miras oplosan (Luthfy Syahban/BeritaKlik)
Subang -

Sebanyak 9 orang dilaporkan tewas usai mengonsumsi minuman keras (miras) oplosan di Subang, Jawa Barat (Jabar). Polisi kemudian mengamankan 4 orang yang terlibat dengan kejadian tersebut.

Dilansir detikJabar, tragedi ini membuat 9 orang warga Subang tewas secara bertahap mulai dari Senin (9/2/2026) hingga Kamis (12/2/2026). Setelah mendapat laporan dan melakukan penyelidikan akhirnya polisi mengamankan 4 orang yang diduga terlibat dalam peredaran minuman keras (miras) oplosan jenis Vodka BigBoss (Gembling) yang dicampur dengan minuman energi sachet.

Peredaran miras oplosan tersebut diduga menjadi penyebab tewasnya 9 orang warga Subang serta tiga orang lainnya yang saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Ciereng Subang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono menyebut pengungkapan kasus ini merupakan hasil gerak cepat jajaran Polres Subang setelah menerima laporan adanya sejumlah warga yang mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi miras oplosan pada Senin, (9/2) lalu.

"Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan penyelidikan dan pengembangan. Tim Unit Jatanras Satreskrim bersama Satresnarkoba Polres Subang bergerak cepat hingga berhasil mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam peredaran miras oplosan tersebut," kata Dony.

ADVERTISEMENT

Dia mengungkapkan, dua orang dalam kejadian ini sudah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu HS (49) selaku pemasok miras jenis Vodka BigBoss (Gembling) di wilayah Subang, dan JM (50) selaku pemilik toko yang menjual miras tersebut kepada para korban.

"Dua orang lainnya yaitu PNM (29) dan EH (18) saat ini masih berstatus sebagai saksi dan masih menunggu hasil gelar perkara lanjutan," ungkapnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, miras oplosan tersebut dikonsumsi para korban di beberapa lokasi di wilayah Kota Subang. Setelah beberapa jam mengonsumsi, para korban mengalami gejala mual, muntah, pusing, gangguan penglihatan, penurunan kesadaran hingga sesak napas.

"Para korban kemudian dilarikan ke RSUD Ciereng dan RS PTPN Subang untuk mendapatkan penanganan medis," tambah Dony.

Kemudian pada Kamis (12/2/2025), tercatat sembilan orang meninggal dunia akibat dugaan keracunan miras oplosan tersebut, sedangkan tiga orang lainnya masih dalam perawatan intensif.

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa botol bekas miras jenis Vodka BigBoss (Gembling), sachet minuman energi, sampel sisa cairan minuman, sampel muntahan dan darah korban, serta dokumentasi pendukung lainnya.

Polres Subang juga telah melakukan pengembangan ke lokasi gudang penyimpanan dan toko penjual, serta berkoordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Jabar untuk menelusuri distributor atau pembuat miras oplosan yang memasok kepada tersangka.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun.

Dony mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi minuman keras ilegal maupun oplosan karena sangat membahayakan kesehatan dan dapat berakibat fatal.

"Kami akan terus melakukan razia dan penindakan tegas terhadap peredaran miras ilegal di wilayah hukum Polres Subang. Kami juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengetahui adanya peredaran miras ilegal," pungkasnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads