Pemerintah akan menetapkan awal Ramadan 2026 melalui sidang Isbat yang digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag) menjelang akhir Syaban 1447 H. Penetapan ini dilakukan berdasarkan hasil hisab dan rukyatul hilal di berbagai titik pemantauan Indonesia, termasuk wilayah Sumbagsel.
Sidang isbat adalah metode yang dipakai pemerintah Indonesia untuk menetapkan awal bulan dalam Kalender Hijriah. Dalam proses pelaksanaannya sendiri, sidang ini melibatkan banyak pihak di dalamnya.
Berikut detikSumbagsel sajikan informasi terkait proses, jadwal sidang isbat 1 Ramadan 2026 serta lokasi pemantauan hilal di wilayah Sumbagsel. Yuk, simak!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengertian Sidang Isbat
Dilansir dari buku Hisab Rukyat Indonesia: Diversitas Metode Penentuan Awal Bulan Kamariah karya Muhammad Awaludin, sidang Isbat adalah rapat resmi yang menentukan kapan awal bulan dalam kalender Hijriah, seperti 1 Ramadan, 1 Syawal, dan 1 Zulhijjah.
Secara etimologis, kata isbat dalam bahasa Arab bermakna penetapan atau pengesahan. Oleh karena itu, sidang isbat dapat dipahami sebagai mekanisme untuk memastikan dimulainya bulan Hijriah berdasarkan metode yang digunakan.
Berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah, pemerintah menerapkan metode rukyat dan hisab dalam menentukan awal bulan. Hilal dapat dirukyat apabila telah memenuhi sejumlah aspek visibilitas hilal dari Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yaitu tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Dalam prosesnya, sejumlah pihak juga terlibat, seperti MUI, anggota DPR RI, perwakilan Mahkamah Agung (MA), duta besar negara sahabat, serta instansi lainnya.
Sidang ini merupakan agenda penting karena berhubungan dengan waktu ibadah dan juga disiarkan secara langsung melalui televisi dan media lainnya.
Proses Sidang Isbat di Indonesia
Sidang isbat untuk menentukan 1 Ramadan 1447 H, memerlukan sejumlah tahapan di dalamnya, yaitu sebagai berikut:
- Pemaparan hasil hisab, yakni penyampaian posisi berdasarkan perhitungan astronomi yang telah dilakukan sebelumnya oleh tim ahli.
- Penerimaan laporan rukyatul hilal, yaitu laporan hasil pemantauan hilal di seluruh Indonesia.
- Sidang penetapan tertutup guna membahas dan menyepakati hasil hisab serta rukyat sebelum keputusan akhir diambil.
- Pengumuman resmi kepada publik, melalui konferensi pers sebagai akhir sidang isbat menentukan 1 Ramadan.
Sidang isbat dihadiri oleh Menteri Agama dan Wakil Menteri Agama RI, pimpinan Komisi VIII DPR RI, Ketua MUI, Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, perwakilan ormas Islam, serta duta besar negara sahabat.
Jadwal Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pada Kamis, 29 Januari 2026, Kemenag mengumumkan jadwal pelaksanaan sidang isbat penentu awal Ramadan 1447 H. Berdasarkan rilis tersebut, Kemenag akan menggelar sidang isbat awal Ramadan pada Selasa, 17 Februari 2026.
"Sidang Isbat akan dihadiri oleh sejumlah pihak, perwakilan ormas Islam, perwakilan kedubes negara-negara Islam, MUI, BMKG, ahli falak, DPR dan perwakilan Mahkamah Agung," terang Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Lokasi Pemantauan Hilal di Wilayah Sumbagsel
Berikut ini sejumlah daftar lokasi pemantauan hilal di wilayah Sumbagsel, di antaranya:
- Jambi: Rooftop Bank Jambi Lt.14 Telanaipura Kota Jambi
- Sumatera Selatan: Helipad Hotel Aryaduta Palembang
- Bangka Belitung: Pantai Tanjung Raya Penagan Kabupaten Bangka, Pantai Tanjung Kalian Mentok Kabupaten Bangka Barat, dan Pantai Tanjung Tinggi Tanjungpandan Kab. Belitung
- Bengkulu: Pantai Pasir Putih, Jalan Pariwisata No. 1 Kelurahan Lempuing Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu
- Lampung: POB Bukit Gelumpai, Pantai Canti Kalianda, Lampung Selatan
Prediksi Awal Ramadan 2026 Menurut Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah
1. Pemerintah
Pemerintah belum menetapkan secara resmi awal puasa Ramadan 2026. Keputusan ini akan diumumkan melalui sidang isbat Ramadan 1447 Hijriah. Berikut rincian acaranya:
- Lokasi sidang: Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat
- Pemimpin sidang: Menteri Agama Nasaruddin Umar
- Link Live Streaming Sidang Isbat: YouTube Kemenag
Namun, jika mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Ditjen Bimas Islam Kemenag, awal puasa diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Tetapi tetap menunggu hasil sidang Isbat.
2. NU
Nahdlatul Ulama belum mengumumkan hasil keputusan resmi awal puasa 2026. NU masih menunggu hasil rukyatul hilal menjelang akhir bulan Syaban.
Meski demikian, berdasarkan prediksi kalender Almanak NU, 1 Ramadan kemungkinan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
3. Muhammadiyah
Berbeda dari pemerintah dan NU, Muhammadiyah telah menentukan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki dengan acuan Kalender Hijriah Global Tunggal (KGHT), sehingga awal bulan Hijriah dapat ditentukan secara astronomis tanpa perlu menunggu hasil rukyatul hilal.
Demikian informasi mengenai proses sidang Isbat dan lokasi pemantauan hilal di wilayah Sumbagsel. Semoga bermanfaat.
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik
(csb/csb)
