Hujan hingga Akhir Februari, Warga Sumsel Dimintai Waspadai Cuaca Ekstrem

Sumatera Selatan

Hujan hingga Akhir Februari, Warga Sumsel Dimintai Waspadai Cuaca Ekstrem

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Selasa, 24 Feb 2026 12:23 WIB
Jakarta terpantau mendung hingga hujan deras pada hari Selasa (27/1/2026) pagi. BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di wilayah Jakarta periode 26 Januari hingga 1 Februari 2026.
Foto: Ilustrasi cuaca ekstrem (Andhika Prasetia/detikFoto)
Palembang -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Sumatera Selatan akan mengalami hujan intensitas ringan hingga sedang hingga akhir Februari.

"Berdasarkan analisis kondisi cuaca terkini, potensi hujan intensitas sedang berpeluang terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Sumsel, yakni OKI, OKU, OKU Timur, Ogan Ilir, Muara Enim, PALI, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Palembang," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Siswanto, Senin (23/2/2026).

Secara rinci, hujan pada 24 Februari akan terjadi di wilayah OKI, OKU, dan OKU Timur. 25 Februari terjadi hujan di OKI, Ogan Ilir, Muara Enim bagian utara, Banyuasin, dan Palembang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, 26 Februari di OKI, OKU Timur, Ogan Ilir, dan Banyuasin. 27 Februari di OKI, OKU, Ogan Ilir, PALI, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Palembang. Dan 28 Februari, hujan akan terjadi di OKU, OKU Timur, Muara Enim, dan PALI.

Potensi hujan yang terjadi dipengaruhi oleh adanya daerah pertemuan angin (konvergensi) yang terpantau aktif di wilayah Sumsel bagian selatan.

ADVERTISEMENT

"Selain itu, kelembapan udara yang cukup tinggi pada lapisan bawah hingga menengah atmosfer, yakni pada ketinggian 850 hingga 500 milibar (mb), turut berkontribusi terhadap pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah ini," katanya.

Kondisi atmosfer yang dinamis tersebut dinilai masih cukup signifikan dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

"Hujan dengan intensitas sedang berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti genangan air, banjir lokal, pohon tumbang, hingga gangguan transportasi," terangnya.

BMKG mengingatkan agar kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini menjadi perhatian dalam perencanaan aktivitas masyarakat, terutama perjalanan darat, laut, dan udara.

"Selain itu, kegiatan luar ruang seperti ibadah, acara publik, maupun aktivitas wisata juga diharapkan menyesuaikan dengan perkembangan prakiraan cuaca," tukasnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads