Produksi Padi di Banyuasin Meningkat, Bulog Siapkan Gudang

Sumatera Selatan

Produksi Padi di Banyuasin Meningkat, Bulog Siapkan Gudang

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Selasa, 24 Feb 2026 19:20 WIB
Penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkab Banyuasin dan Bulog.
Foto: Penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkab Banyuasin dan Bulog. (A Reiza Pahlevi)
Banyuasin -

Pemerintah Kabupaten Banyuasin menyiapkan tiga lokasi lahan untuk mendukung rencana pembangunan infrastruktur pasca panen padi. Pembangunan itu menyusul meningkatnya produksi padi di wilayah tersebut.

Bupati Banyuasin Askolani mengatakan produksi padi di wilayahnya meningkat hingga mencapai 1,18 juta ton gabah kering giling (GKG). Peningkatan produksi ini memerlukan kapasitas daya tampung memadai, sehingga Bulog menyiapkan skema pembangunan gudang penyimpanan.

"Ini jawaban dan harapan kita, memang saat ini kita kesulitan karena adanya peningkatan produksi saat panen. Kita senang dan bangga (produksi meningkat), tapi kita juga gelisah bagaimana menyelamatkan hasil itu," ujarnya dalam penandatanganan nota kesepahaman dengan Perum Bulog terkait rencana pembangunan infrastruktur pascapanen, Selasa (24/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengungkapkan Pemkab Banyuasin menyiapkan tiga pilihan lahan seluas 8,5 hektare, 4,5 hektare, dan 2,5 hektare. Dia berharap lahan-lahan itu bisa dibangun gudang Bulog, pabrik tepung beras, dan pakan ternak.

"Tentu dengan alat-alat mencakup dryer (pengering), penggilingan serta silo (penyimpanan) sehingga paket lengkap nantinya. Kita juga akan siapkan (lahan) kalau memang berpotensi untuk dibangun infrastruktur untuk hilirisasi," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Direktur SDM dan Umum Bulog Sudarsono Hardjoesoekarto menyampaikan kapasitas infrastruktur yang akan dibangun akan menyesuaikan dengan luas lahan yang dipilih. Menurutnya, semakin luas lahan yang tersedia dan semakin baik akses jalannya, maka kapasitas yang dibangun juga akan lebih besar.

"Tapi kalau tanahnya luas dan juga nanti akses jalannya bagus, kita akan bangun dengan kapasitas yang lebih tinggi. Dan itu akan memberikan jaminan bagi petani yang akan memproduksi padinya," ujar Sudarsono.

Dia menegaskan, sebelum pembangunan dimulai, Pemkab Banyuasin harus menyelesaikan proses administrasi, termasuk balik nama dan hibah lahan serta memperoleh persetujuan DPRD.

"Pastiny harus sudah clean and clear. Paling tidak di 2026 ini kita bisa realisasikan pembangunan gudang dulu, untuk selanjutnya baru dilengkapi dengan dryer dan penggilingan," tukasnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads