Ramai-ramai Wali Murid di Lampung Keluhkan MBG Tak Bergizi Selama Ramadan

Lampung

Ramai-ramai Wali Murid di Lampung Keluhkan MBG Tak Bergizi Selama Ramadan

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Rabu, 25 Feb 2026 20:40 WIB
Tangkap layar video menu MBG di Lampung yang diunggah orang tua siswa.
Foto: Tangkap layar video menu MBG di Lampung yang diunggah orang tua siswa. (Dok. Istimewa/Tangkap Layar)
Pesawaran -

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan mulai dikeluhkan orang tua murid di Provinsi Lampung. Ramai-ramai orang tua murid mengunggah paket makanan yang dinilai jauh dari kata 'bergizi'.

Selain mengkritik makanan yang dinilai jauh dari standar bergizi, para orang tua juga menilai harga makanan tidak sampai Rp 12 ribu. Ina, wali murid yang anaknya bersekolah di salah satu SD di Bandar Lampung mengatakan putri nya mendapatkan makanan yang rasanya asam.

"Sekolah anak saya itu MBG nya dari SPPG Langkapura. Kemarin itu dapat roti bungkus, saya cicip asam rasanya akhirnya saya buang dari pada kenapa-kenapa. Terus hari ini tambah parah, dapat salak 3 biji sama susu kotak kecil," katanya, Rabu (25/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atas kondisi tersebut, Ina meminta pemerintah untuk mengevaluasi program MBG selama bulan suci Ramadan.

"Ya harus dievaluasi, takutnya jadi akal-akalan oknum karena manfaatkan perintah pusat yang harus sajikan makanan kering selama Ramadan," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Rizki, ibu rumah tangga yang tinggal di Kabupaten Pesawaran mengaku selama bulan puasa putranya mendapatkan sajian MBG yang tak masuk akal.

"Kemarin itu cuma dapat roti kecil 2 sama susu kecil 1. Hari ini dapat sempol 3 biji sama roti kecil 1. Ini kalau dihitung nggak sampai Rp 10 ribu, paling 6-7 ribu harganya. Takutnya jadi aji mumpung ini," katanya.

Roy Triono, salah satu orang tua siswa SMPN 22 Bandar Lampung mengatakan, menu MBG diterima anaknya selama Ramadan terkesan monoton dan "apa adanya". Menurutnya, penerimaan menu kering selama Ramadan dinilai jauh dari standar kecukupan gizi.

"Kemarin dua potong jagung rebus, satu buah salak, beberapa kacang rebus, dan satu potong paha ayam kecil. Terus hari ini lemper 1, nugget ayam ukuran kecil 1, pisang muli 1, serta lima butir kurma," ungkapnya.

Ia melanjutkan, menu MBG selama Ramadan seolah disusun sekadar menggugurkan kewajiban. Oleh karenanya, ia turut mempertanyakan kredibilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku pihak penyedia.

"ini anggaran sudah jelas berapa, tapi sampai ke bawah mungkin ditekan lagi. Jadi makanannya untuk anak-anak ala kadarnya. Saya rasa perlu dipertanyakan kredibilitas SPPG yang bersangkutan. SPPG-nya seharusnya diaudit oleh Badan Gizi Nasional," tegasnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads