Rumah di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, rusak parah akibat diterjang angin puting beliung. Beruntung, saat kejadian tidak ada korban jiwa.
Kejadian tersebut terjadi di RT-04, Kelurahan Puncak Sekuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Pantauan detikSumbagsel, rumah berukuran 6x6 tersebut hancur lebur akibat diterjang angin puting beliung. Terlihat hanya kamar mandi rumah tersebut yang masih berdiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemilik rumah, Asep mengatakan awalnya ada angin kencang sekitar pukul 02.00 WIB di area rumahnya hingga akhirnya angin tersebut berubah menjadi angin puting beliung.
"Saya berdua sama anak saya. Awalnya ada angin kencang sampai atap rumah saya lepas hingga naik ke atas. Kemudian batu bata rumah saya mulai ambruk," katanya saat ditemui detikSumbagsel, Jumat (27/2/2026).
Akibat hal tersebut, kata dia, ia pun terbangun dari tidur dan langsung membawa keluar anaknya yang baru berusia 8 tahun tersebut.
"Saat itu sedang tidur, begitu angin kencang langsung terbangun, pas juga mau sahur saat itu. Kemudian langsung bawa anak keluar rumah dan setelah itu baru ambruk, habis langsung. Kalau ambruknya pas masih di dalam rumah sudah nggak tahu lagi (nasib saya)," jelasnya.
Asep menerangkan rumah miliknya tersebut sudah berusia dua tahun sejak dibangun dan ia hanya tinggal berdua dengan anaknya.
"Tidak ada yang terluka, tapi pas ambruk itu anak saya mau kembali lagi, tapi lihat rumah sudah seperti ini jadi nangis dia. Sekarang tinggal di tempat kakak saya dulu untuk sementara waktu," ujarnya.
Diperbaiki Pemerintah
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman kota Lubuklinggau Febrio Fadhila mengatakan pihaknya sudah meninjau rumah milik Asep tersebut dan akan membantu proses perbaikan rumah tersebut.
"Tadi sudah meninjau dari rumah korban bencana angin puting beliung. Alhamdulillah di Perkim itu ada tiga peta penanganan untuk rumah yakni bedah rumah tidak layak huni, bedah rumah kemiskinan ekstrim, dan bantuan untuk korban bencana," katanya saat dikonfirmasi detikSumbagsel, Jumat.
"Rumah yang satu ini termasuk ke dalam kategori rumah korban bencana dan sudah kita anggarkan sebesar Rp 20 juta untuk membantu korban," sambungnya.
Febrio mengatakan pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan pihak BPK, PPTK, hingga toko bangunan di Lubuklinggau untuk proses perbaikan rumah tersebut.
"Adapun nantinya semua yang itu untuk material, mudah-mudahan di luar material tersebut ada donatur dari warga sekitar yang bisa membantu korban sehingga ia menyelesaikan rumah balik seperti semula," ungkapnya.
(csb/csb)
