Dihantam Badai Saat Bersihkan Kaca Gedung, Satu Petugas Kebersihan Tewas

Regional

Dihantam Badai Saat Bersihkan Kaca Gedung, Satu Petugas Kebersihan Tewas

Hilda Meilisa Rinanda - detikSumbagsel
Selasa, 03 Mar 2026 12:20 WIB
Evakuasi pekerja pembersih kaca yang terjebak saat hujan badai di apartemen Ascott
Foto: Evakuasi pekerja pembersih kaca yang terjebak saat hujan badai di apartemen Ascott (Dok. Istimewa)
Surabaya -

Dua orang petugas pembersih kaca gedung tinggi atau gondola terombang-ambing di ketinggian apartemen kawasan Surabaya Barat. Akibatnya, satu pekerja bernama Eddy Suparno (51) dilaporkan meninggal dunia sementara pekerja satunya, Ribut Boediyanto (56), dilarikan ke rumah sakit.

Dilansir detikJatim, peristiwa itu terjadi di Tower D2-Waterplace Residents Surabaya, Jalan Pakuwon Indah Lontar Timur, Kecamatan Lakarsantri sekitar pukul 14.12 WIB. Kedua pekerja berada dalam satu gondola saat cuaca mendadak memburuk.

Kabid Pemadam Kebakaran Surabaya M. Rokhim mengatakan, satu pekerja berhasil dievakuasi dalam kondisi sadar dan dilarikan ke rumah sakit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi yang satu sudah terevakuasi, dibawa ke rumah sakit. Alhamdulillah kondisi masih sadar," kata Rokhim saat ditemui detikJatim di TKP, Senin (2/3/2026).

Sementara satu pekerja lainnya dinyatakan meninggal dunia. "Yang satu ini masih proses menurun dari lantai 25, kondisi MD (Meninggal Dunia)," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Rokhim memastikan, keduanya berada dalam satu gondola saat kejadian. "Satu (gondola), Mas (yang dievakuasi)," ujarnya.

Pihaknya menduga insiden terjadi akibat terpaan angin kencang dan hujan deras yang tiba-tiba datang. Meski telah menggunakan alat keselamatan kerja, korban diduga terpelanting karena kuatnya hembusan angin.

"Angin kencang ini. Angin kencang sekali sama hujan tadi ini," tuturnya.

Sementara itu, petugas Command Center 112 Surabaya Ekky Maulana menjelaskan, evakuasi rampung sekitar pukul 17.25 WIB. Sebelum kejadian itu, kedua pekerja sempat terpontang-panting di ketinggian lantai 26.

"Yang dievakuasi dua orang pekerja," kata Ekky dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).

Ia menerangkan, semula terdapat dua unit gondola yang menggantung di gedung tersebut. Gondola pertama berhasil turun dengan selamat. Namun, gondola kedua terhenti saat berada di lantai 26.

"Menurut informasi, awal mula ada 2 unit gondola yang menggantung dan gondola yang pertama berhasil turun hingga lantai dasar. Namun untuk gondola yang kedua pada saat berada di lantai 26 terhenti tidak bisa turun ke bawah dikarenakan sudah terpontang-panting akibat angin yang kencang disertai hujan lebat," ujarnya.

Saat proses penyelamatan, petugas berupaya melakukan evakuasi melalui lantai terdekat, yakni lantai 25.

"Untuk korban MD yang tergantung di gondola kedua, diduga terpental keluar dari gondola. Untuk setiap gondola terdiri dari dua orang pekerja. Gondola pertama dua orang pekerja berhasil selamat dan untuk di gondola yang kedua 1 orang pekerja tidak selamat," imbuhnya.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Eddy Suparno (51), warga Tambak Wedi Baru 7/16 Surabaya. Sedangkan pekerja yang selamat yakni Ribut Boediyanto (56), warga Tambak Wedi Baru 8/73.

"Selamat dan saat ini dirujuk ke RS William Boot," kata Rokhim, Senin (2/3/2026).

Menurut Rokhim, sebenarnya para pekerja telah bersiap mengakhiri pekerjaan karena cuaca terlihat mendung. Namun hujan deras dan angin kencang datang lebih cepat dari perkiraan.

"Pekerja yang sedang membersihkan di Apartemen Ascot ini tadi sebenarnya dia sudah mau turun karena mendung, tapi dia nggak nutut (tidak sampai)," ujar Rokhim.

"Akhirnya kena angin tadi dan ada yang terlepas dan itu tadi sebagaimana yang di video itu, mereka membutuhkan pertolongan. Tim kami dari unit Rescue di sini bersama-sama dengan tim yang ada di sini dan juga ada BPBD mengevakuasi korban," imbuhnya.

Ia menambahkan total pekerja gondola lebih dari dua orang, namun yang berada di atas saat kejadian hanya dua orang.

"Totalnya banyak, cuma yang jadi korban yang ada di atas itu ada dua. Yang satu meninggal dunia, yang satu masih sadar dan dibawa ke rumah sakit," ujarnya.

Rokhim juga mengungkapkan kedua pekerja sempat bergelantungan cukup lama sebelum tim penyelamat tiba.

"Cukup lama ya (tergantung dan terpelanting saat angin kencang), mungkin sekitar 15 menitan tadi sebelum tim Rescue datang ke lokasi," kata Rokhim.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads