BKSDA Pastikan Warga yang Tewas Mengenaskan di Mura karena Diterkam Harimau

Sumatera Selatan

BKSDA Pastikan Warga yang Tewas Mengenaskan di Mura karena Diterkam Harimau

Muhammad Rizky Pratama - detikSumbagsel
Kamis, 05 Mar 2026 06:00 WIB
BKSDA -TNKS melakukan peninjauan TKP warga Musi Rawas tewas diterkam harimau
BKSDA dan TNKS melakukan peninjauan TKP warga Musi Rawas tewas diterkam harimau (Foto: Istimewa/TNKS wilayah V Lubuklinggau)
Musi Rawas -

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, bersama tim Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Wilayah V Lubuklinggau, memastikan Sahanan (45), warga Musi Rawas (Mura) yang tewas dengan kondisi mengenaskan akibat diserang harimau.

Kepala BKSDA Sumatera Selatan Yusmono mengatakan dari hasil peninjauan di TKP, pihaknya menemukan beberapa jejak kaki harimau hingga bercak darah yang diduga akibat serangan hewan tersebut di tepi Sungai Bal, Dusun Sri Penganten, Desa Pasenan, Kecamatan STL Ulu Terawas, Musi Rawas, Sumatera Selatan.

"Iya, tim sudah turun. Berdasarkan olah TKP yang ada di lokasi, ditemukan jejak-jejak kaki satwa harimau dan juga bercak-bercak darah bekas penerkaman. Dari hal itu menunjukan bahwa bisa dipastikan itu memang diserang oleh harimau," katanya, Rabu (4/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yusmono mengungkapkan daerah tersebut memang masuk ke dalam wilayah TNKS dan merupakan habitat Harimau Sumatera.

"Itu memang jadi habitatnya harimau dan di taman nasional itu salah satu satwa kuncinya adalah Harimau Sumatera. Jadi memang itu rumahnya harimau yang seharusnya manusia itu tidak boleh masuk. Kalaupun masuk ya harus waspada karena itu memang habitatnya harimau," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah V Balai Besar TNKS Lubuklinggau Faried mengatakan kawasan tersebut nantinya akan terus dimonitor oleh pihaknya karena termasuk rute pergerakan satwa dilindungi.

"TKP itu juga termasuk tempat rute atau wilayah jelajah harimau juga. Nanti akan kita monitor perkembangan dan kami lihat lagi nanti apakah mereka memang sering lewat disitu atau cuma mungkin pas kebetulan korban ini bertemu dengan salah satu harimu disana," ujarnya.

Faried mengungkapkan TNKS yang membentang di empat provinsi (Jambi, Bengkulu, Sumbar, dan Sumsel) tersebut memiliki luas sekitar 1,38 juta hektare dan masih menjadi habitat puluhan ekor Harimau Sumatera yang dilindungi.

Pasca kejadian tersebut, pihaknya mengingatkan kepada masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam kawasan hutan konservasi tersebut.

"Selain melanggar aturan, aktivitas seperti berkebun dan mencari ikan di kawasan tersebut berisiko tinggi. Kalaupun masyarakat terpaksa memang harus beraktivitas disana, ya jangan sendirian," imbaunya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads