Apakah Ada Salat Khusus di Malam Lailatul Qadar, Ini Penjelasannya!

Apakah Ada Salat Khusus di Malam Lailatul Qadar, Ini Penjelasannya!

Bagus Rahmat Nugroho - detikSumbagsel
Sabtu, 07 Mar 2026 11:30 WIB
Ilustrasi lailatul qadar
Ilustrasi lailatul qadar (Foto: Freepik)
Palembang -

Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang dinantikan oleh umat Islam dan berada pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Pada malam ini umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, salah satunya dengan melaksanakan salat malam.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ، إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Siapa yang mengerjakan salat pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan ridha Allah, maka dosa-dosanya yang terdahulu diampuni." (HR Bukhari, Muslim, Nasa'i, Tirmidzi dan Ahmad)

Di masyarakat sering beredar anjuran mengenai salat khusus Lailatul Qadar dengan tata cara tertentu. Namun kebenaran amalan tersebut masih diperselisihkan.

ADVERTISEMENT

Lalu bagaimana sebenarnya hukum salat Lailatul Qadar? Berikut penjelasannya.

Bagaimana Hukum Salat Lailatul Qadar

Dilansir dari detikHikmah, tidak ditemukan dalil tentang pengerjaan salat yang dikhususkan untuk Lailatul Qadar dalam kitab fiqih atau kitab tasawuf.

Pembahasan mengenai salat tersebut hanya terdapat dalam riwayat hadis kitab Durratun Nasihin fil Wa'zhi wal Irsyad karya Syaikh Utsman bin Hasan bin Ahmad Syakir Al-Khubari, pada bab kemuliaan malam Lailatul Qadar.

Hadis tersebut berbunyi sebagai berikut,

"Siapa yang shalat 2 rakaat ketika Lailatul Qadar dalam setiap rakaat dia membaca Al-Fatihah sekali dan Qul Huwallahu Ahad 7 kali, setelah selesai salat dia beristighfar 70 kali, maka selama dia masih di tempat shalatnya, Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan kedua orang tuanya. Allah akan mengutus malaikat untuk mencatat kebaikannya sampai tahun berikutnya, Allah juga mengutus malaikat untuk menanam pohon miliknya di surga, membangunkan istana, dan mengalirkan sungai untuknya. Dan dia tidak mati sampai melihat itu semua." (Lihat kitab nasihat Durratun Nasihin fil Wa'zhi wal Irsyad)

Adapun Lembaga Fatawa Syabakah Islamiyah menyatakan, riwayat hadis dalam Durratun Nasihin fil Wa'zhi wal Irsyad termasuk dalam hadis lemah bahkan tergolong hadis dusta sehingga tidak dapat dijadikan dasar ibadah khusus.

Dengan demikian, tidak ada salat sunah khusus yang dikhususkan hanya untuk malam Lailatul Qadar dengan niat dan tata cara tertentu.

Lalu, Apakah Ada Shalat yang Dikerjakan Saat Lailatul Qadar?

Meskipun tidak ada salat khusus untuk malam Lailatul Qadar, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak ibadah pada malam tersebut. Salah satu amalan yang dapat dilakukan adalah salat malam atau qiyamul lail, sebagaimana yang biasa dikerjakan pada malam-malam selain bulan Ramadan.

Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.

"Rasulullah SAW biasa ketika memasuki sepuluh Ramadan terakhir, beliau kencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah." (HR Bukhari dan Muslim)

Adapun salat malam di bulan Ramadan yang dapat dikerjakan sebagai salat malam Lailatul Qadar, di antaranya salat Tarawih, salat Witir, hingga salat Tahajud. Selain itu, umat muslim juga dianjurkan melaksanakn salat Isya dan Subuh secara berjamaah.

Ulama besar Imam Syafi'i dalam Latha-if Al-Ma'arif pernah mengatakan, jika orang yang menunaikan salat Isya dan Subuh berjamaah sudah termasuk ke dalam bagian orang-orang yang menghidupkan malam Lailatul Qadar, ia berkata,

مَنْ شَهِدَ العِشَاءَ وَ الصُّبْحَ لَيْلَةَ القَدْرِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا

Artinya: "Siapa yang menghadiri shalat Isya dan sholat Subuh pada malam Lailatul Qadar maka ia telah mengambil bagian dari malam tersebut."

Pertanyaan Imam Syafi'i tersebut didasarkan dari sabda Rasulullah SAW yang diceritakan oleh Utsman bin Affan RA. Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ شَهِدَ الْعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ

Artinya: "Siapa yang menghadiri shalat Isya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat Isya dan Subuh berjamaah, maka baginya pahala salat semalam penuh." (HR Muslim dan Tirmidzi)

Demikian penjelasan mengenai hukum salat yang dikaitkan dengan malam Lailatul Qadar. Semoga bermanfaat.

Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads