- 8 Keutamaan Memberi Makanan Buka Puasa 1. Pahala Setara Orang yang Berpuasa 2. Dijauhkan dari Api Neraka 3. Mendapatkan Ampunan dari Allah SWT 4. Dijanjikan Mendapat Surga 5. Didoakan oleh Malaikat 6. Termasuk Bagian dari Sedekah 7. Menyelamatkan dari Panasnya Hari Kiamat 8. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW
- Waktu dan Penerima Terbaik Sedekah Buka Puasa
Ramadan segera memasuki penghujungnya, namun pintu pahala masih terbuka lebar. Salah satu amalan yang sayang untuk dilewatkan adalah memberi makanan kepada orang yang sedang berpuasa.
Memberi makanan berbuka tidak harus mewah atau dalam jumlah yang banyak. Bahkan sebutir kurma, seteguk air, atau sepotong roti pun sudah cukup untuk meraih pahala yang dijanjikan Allah SWT. Yang terpenting adalah keikhlasan niat dan kesungguhan hati dalam berbagi kepada sesama muslim yang membutuhkan, baik mereka yang sedang dalam perjalanan, para perantau, maupun mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
8 Keutamaan Memberi Makanan Buka Puasa
Dilansir dari detikHikmah, berikut sejumlah keutamaan memberi makanan berbuka puasa, khususnya di akhir Ramadan yang perlu diketahui umat Muslim:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Pahala Setara Orang yang Berpuasa
Keutamaan pertama dan paling utama adalah pahala yang didapat setara dengan orang yang berpuasa itu sendiri. Dari Zaid bin Khalid al-Juhanni RA, Nabi SAW bersabda:
"Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu." (HR. Tirmidzi)
Dua pahala sekaligus dalam satu amalan, yakni pahala bersedekah sekaligus pahala puasa itu sendiri.
2. Dijauhkan dari Api Neraka
Memberi makanan untuk berbuka termasuk bagian dari amalan di jalan Allah yang menjadi sebab seseorang dijauhkan dari api neraka. Dari Abu Sa'id Al-Khudri RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh empat puluh tahun." (HR. Bukhari)
3. Mendapatkan Ampunan dari Allah SWT
Menurut Imam an-Nawawi, memberi makan orang yang berpuasa tidak harus banyak atau mewah. Bahkan seteguk air atau satu biji kurma sudah berpahala, dan hal ini dapat menjadi ampunan bagi dosa-dosa si pemberi. Diriwayatkan dari Salman RA oleh Ibnu Khuzaimah:
"Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang yang berpuasa pada bulan Ramadan, maka ia menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, pembebas dari api neraka, dan baginya pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun."
4. Dijanjikan Mendapat Surga
Bukan sekadar terhindar dari neraka, pemberi makanan berbuka bahkan dijanjikan tempat istimewa di surga. Dari Ali bin Abu Thalib RA, Nabi SAW bersabda:
"Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya." Lantas seorang Arab Badui bertanya, "Bagi siapakah kamar-kamar itu?" Nabi SAW menjawab, "Untuk orang yang berkata benar, memberi makan, senantiasa berpuasa, dan salat malam sementara orang lain tidur." (HR. Tirmidzi, hasan).
5. Didoakan oleh Malaikat
Keistimewaan lain yang luar biasa adalah doa para malaikat yang akan dipanjatkan khusus untuk orang yang memberi makanan berbuka. Diriwayatkan oleh Abu Dawud, dari Anas RA, Nabi SAW bersabda:
"Orang-orang yang berpuasa telah berbuka di tempatmu, orang-orang yang berbakti telah makan makananmu, dan para malaikat memohonkan kerahmatan atasmu."
6. Termasuk Bagian dari Sedekah
Memberi makanan berbuka dengan niat ikhlas karena Allah SWT pada hakikatnya adalah sedekah yang bernilai tinggi. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hadid ayat 18:
اِنَّ الْمُصَّدِّقِيْنَ وَالْمُصَّدِّقٰتِ وَاَقْرَضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ اَجْرٌ كَرِيْمٌ
Arab Latin: Innal-muṣṣaddiqīna wal-muṣṣaddiqāti wa aqraḍullāha qarḍan ḥasanay yuḍā'afu lahum wa lahum ajrun karīm(un).
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah, baik laki-laki maupun perempuan, dan meminjamkan (kepada) Allah pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) kepada mereka dan baginya (diberikan) ganjaran yang sangat mulia (surga)."
7. Menyelamatkan dari Panasnya Hari Kiamat
Amalan ini juga akan menjadi perisai pelindung di hari kiamat kelak. Rasulullah SAW bersabda
"Sedekah sungguh akan menyelamatkan seseorang dari panasnya azab kubur. Seorang mukmin pada hari kiamat sungguh akan berlindung di bawah naungan sedekahnya." (HR Thabrani)
8. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW
Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang sangat dermawan, dan kedermawanannya semakin bertambah di bulan Ramadan. Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata:
"Rasulullah SAW adalah orang yang sangat dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadan ketika dijumpai Jibril." (Muttafaq Alaih)
Waktu dan Penerima Terbaik Sedekah Buka Puasa
Dikutip dari Baznas, amalan mulia ini dapat dilakukan kapan saja sepanjang bulan Ramadan. Namun, terdapat beberapa waktu yang memiliki nilai dan keberkahan lebih istimewa, yaitu saat menjelang waktu berbuka, pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
Lalu, ketika kegiatan ibadah bersama di masjid berlangsung, serta di saat terjadi kondisi darurat atau bencana. Memanfaatkan momen-momen tersebut diyakini dapat melipatgandakan keberkahan dan pahala yang diperoleh dari amalan ini.
Meskipun siapapun boleh menjadi penerima hidangan berbuka, Islam memberikan perhatian lebih kepada mereka yang benar-benar membutuhkan uluran tangan, seperti fakir dan miskin, anak yatim, musafir, para pekerja yang masih dalam perjalanan saat waktu berbuka tiba, serta tetangga di sekitar yang sedang kesulitan. Meski demikian, memberi makanan berbuka kepada siapa pun tetap bernilai ibadah selama dilandasi niat yang tulus dan ikhlas karena Allah SWT.
Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.
(csb/csb)