BPBD Sumsel Catat 33 Bencana Sejak Awal 2026, Banjir Mendominasi

Sumatera Selatan

BPBD Sumsel Catat 33 Bencana Sejak Awal 2026, Banjir Mendominasi

Mutiara Helia Praditha - detikSumbagsel
Selasa, 10 Mar 2026 11:41 WIB
Ilustrasi Jalan tertutup akibat banjir, pengalihan arus akibat banjir, awas banjir
Foto: Ilustrasi banjir (Andhika-BeritaKlik)
Palembang -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat sebanyak 33 kejadian bencana terjadi di wilayah Sumsel sepanjang periode 1 Januari hingga 5 Maret 2026.

Bencana tersebut didominasi banjir dengan 17 kejadian yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Dampak dari berbagai bencana tersebut menyebabkan puluhan ribu rumah terendam serta ribuan kepala keluarga terdampak.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan kejadian bencana tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sumsel, dengan beberapa wilayah mencatat jumlah kejadian yang cukup tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selama periode 1 Januari hingga 5 Maret 2026 tercatat ada 33 kejadian bencana di Sumatera Selatan. Bencana yang paling dominan adalah banjir dengan 17 kejadian," kata Sudirman saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, total 33 kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah di Sumatera Selatan selama awal tahun 2026. Jenis bencana yang paling banyak terjadi adalah banjir sebanyak 17 kejadian, disusul angin kencang 8 kejadian, tanah longsor 7 kejadian, serta banjir bandang 1 kejadian.

ADVERTISEMENT

Sejumlah daerah yang mencatat kejadian bencana antara lain Ogan Ilir dengan 6 kejadian, Muara Enim dan OKU Selatan masing-masing 5 kejadian, serta Kabupaten OKU sebanyak 3 kejadian.

Sementara daerah lain seperti Musi Rawas dan OKI masing-masing 2 kejadian, serta Banyuasin, Lubuk Linggau, Lahat, Prabumulih, dan OKU Timur masing-masing 1 kejadian.

Selain itu, terdapat beberapa wilayah yang tidak mencatat kejadian bencana selama periode tersebut, yakni Muratara, Musi Banyuasin, Palembang, dan Pagar Alam.

Dari sisi dampak, BPBD Sumsel mencatat sebanyak 21 unit rumah mengalami kerusakan berat, satu unit rusak sedang, dan satu unit rusak ringan. Selain itu, sebanyak 25.864 unit rumah dilaporkan terendam akibat banjir.

Tak hanya permukiman warga, bencana juga berdampak pada berbagai fasilitas umum dan infrastruktur. Tercatat 17 unit fasilitas pendidikan, dua unit rumah ibadah, dan empat unit fasilitas kesehatan terdampak. Selain itu, empat unit jembatan dan sekitar 15,33 kilometer jalan turut mengalami kerusakan.

"Dari data yang kami himpun, total terdapat 26.358 kepala keluarga terdampak dan 604 kepala keluarga terpaksa mengungsi akibat berbagai kejadian bencana tersebut," ujar Sudirman.

BPBD Sumsel mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih berpeluang terjadi, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana seperti banjir, angin kencang, maupun tanah longsor, terutama di daerah yang rawan. Jika terjadi kondisi darurat, segera melapor kepada pemerintah daerah atau BPBD setempat," kata Sudirman.

Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads