Antusiasme masyarakat terlihat tinggi saat pelaksanaan operasi pasar murah Ramadan yang digelar di depan Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Rabu (11/3/2026). Warga memadati lokasi sejak pagi untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Pasar murah tersebut merupakan bagian dari kegiatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Selatan yang digelar serentak di sejumlah kabupaten dan kota. Program ini menghadirkan berbagai komoditas pangan seperti beras, telur, minyak, cabai, bawang, dan lainnya, serta produk makanan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bekerja sama dengan berbagai stakeholder, mulai dari instansi vertikal, BUMN, BUMD, BI, OJK hingga TNI-Polri menyelenggarakan pasar murah sebagai bagian dari operasi pasar selama Ramadhan," ujarnya kepada wartawan, Rabu (11/3/2026).
Edward menambahkan, kegiatan pasar murah ini juga dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan guna memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang lebih stabil.
"Kita ketahui kebutuhan bahan pokok meningkat dan terkadang harganya mengalami lonjakan. Melalui operasi pasar murah ini diharapkan masyarakat bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau sesuai harga standar yang berlaku di pasar," kata Edward.
Selain menyediakan bahan pokok, kegiatan tersebut juga memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan berbagai produk makanan, khususnya jajanan yang biasa dikonsumsi saat berbuka puasa.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan, Feby Herman Deru, mengatakan kegiatan tersebut juga bertujuan membantu pelaku UMKM memasarkan hasil olahan mereka kepada masyarakat.
"Kami juga membantu mereka untuk menjual produk makanan mereka, tapi dengan syarat mereka harus menjaga kebersihan. Jadi kita membantu memasarkan hasil olahan mereka kepada masyarakat," ujarnya.
Ia juga berpesan kepada para pelaku UMKM agar tetap menjaga kualitas produk makanan, terutama saat permintaan meningkat selama Ramadan.
"Untuk pelaku UMKM, yang penting jaga kebersihan. Kemudian produknya juga jangan berubah. Kalau memang selama ini rasanya sudah enak, jangan sampai karena produksi banyak rasanya jadi berubah," jelasnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga memiliki alternatif untuk membeli berbagai produk makanan dari pelaku UMKM lokal yang turut meramaikan pasar murah selama Ramadan.
Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.
(dai/dai)
