Sepekan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Stasiun Kertapati Palembang, Sumatera Selatan, mulai dipadati calon penumpang yang hendak pulang ke kampung halaman lebih awal. Tujuan pemudik ini beragam ada ke Lubuklinggau dan Lampung.
Tingginya minat warga terlihat dari antrean di area keberangkatan. Salah satu pemudik tujuan Tanjungkarang, Rina (34), mengaku sengaja pulang lebih awal bersama keluarganya untuk menghindari kepadatan di puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada 18 Maret mendatang.
"Tahun ini rasanya lebih ramai, jadi saya pilih pulang sekarang supaya lebih santai di jalan. Untungnya sudah pesan tiket dari jauh hari, kalau sekarang cari yang ke Lampung (KA Rajabasa) katanya sudah habis," ujar Rina saat ditemui detikSumbagsel di Stasiun Kertapati, Kamis (12/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan Rina, pemudik asal Lubuklinggau, Ahmad (28), mengungkapkan perjuangannya mendapatkan tiket KA Bukit Serelo yang okupansinya sudah tembus 122 persen. Menurutnya, kereta api tetap menjadi pilihan utama karena harga tiket yang terjangkau dan waktu tempuh yang pasti.
"Begitu loket online dibuka langsung pesan, karena kalau telat sedikit pasti tidak kebagian. Saya lihat tadi di stasiun memang sudah ramai sekali, orang-orang sudah banyak yang bawa kardus dan tas besar untuk oleh-oleh," kata Ahmad.
Sementara itu, pemudik lainnya Doni (29), mengaku sempat panik karena hampir kehabisan tiket untuk kepulangannya. Ia akhirnya berhasil mendapatkan kursi terakhir KA Sindang Marga setelah terus menerus mengecek aplikasi pemesanan setiap jam.
"Rasanya lega sekali bisa dapat tiket dan berangkat hari ini (Kamis) meskipun sisa-sisa terakhir. Mudik naik kereta itu sensasinya beda, lebih terasa suasana lebarannya meskipun harus berdesakan di area tunggu stasiun yang mulai penuh," ungkapnya.
Pantauan detikSumbagsel, kondisi Stasiun Kertapati yang semakin padat diprediksi akan mencapai puncaknya pada pekan depan. Pihak KAI pun terus mengingatkan pelanggan untuk memastikan jadwal keberangkatan dan datang lebih awal guna menghindari antrean panjang saat proses boarding.
Sementara itu, tiket kereta api untuk masa Angkutan Lebaran 2026 di wilayah PT KAI Divisi Regional III Palembang laris terjual hingga 12 Maret 2026. Penjualan tiket tercatat telah mencapai 91.628 tiket.
"Dari jumlah tersebut,tingkat okupansi penumpang bahkan mencapai 117 persen pada tanggal favorit keberangkatan menjelang lebaran," ujar Executive Vice President PT KAI Divre III Palembang, Januri, Jumat (13/3/2026).
Dia mengatakan lonjakan penumpang terjadi pada periode H-3 dan H-2 lebaran, yakni 18 dan 19 Maret 2026,dengan tingkat okupansi volume penumpang mencapai 117%.
"Jumlah tersebut masih akan terus bertambah seiring penjualan tiket KA yang masih berlangsung,"ujarnya.
Januri menjelaskan angkutan lebaran 2026 ini, KAI Divre III Palembang secara total menyediakan 65.560 tempat duduk atau rata-rata per hari 2.980 tempat duduk untuk 3 kereta yang beroperasi di Divre III Palembang.
Kapasitas tersebut melayani KA Bukit Serelo relasi Kertapati-Lubuklinggau (PP), dan KA Rajabasa relasi Kertapati-Tanjungkarang (PP), serta KA Komersial Sindang Marga relasi Kertapati-Lubuklinggau (PP).
Untuk memastikan kelancaran perjalanan selama periode mudik, KAI Divre III Palembang juga mengoperasikan Posko Angkutan Lebaran yang berlangsung mulai 13 hingga 30 Maret 3026.
"Melalui posko ini kami memastikan operasional kereta api dan pelayanan kepada penumpang berjalan dengan selamat,aman dan lancar," katanya. Selain itu, KAI juga menyiapkan berbagai langkah pengamanan dengan menerjunkan 415 personel gabungan dari unsur internal maupun eksternal perusahaan.
(csb/csb)
