Lupus mungkin terdengar asing di telinga sebagian orang, padahal penyakit ini sudah lama mengintai masyarakat di seluruh dunia dan tergolong cukup berbahaya.Terdapat jutaan orang di Indonesia hidup dengan lupus, dan sebagian besar diantaranya adalah perempuan.
Dan lebih mengkhawatirkannya, banyak penderita yang tidak menyadari gejalanya hingga kondisi sudah cukup parah. Lantas, apa sebenarnya penyakit lupus, bagaimana gejalanya, dan bagaimana cara penanganannya?
Mengenal Penyakit Lupus
Dilansir dari Lupus Foundation of America, lupus atau yang dikenal secara medis sebagai systemic lupus erythematosus (SLE) merupakan penyakit autoimun kronis yang menyerang berbagai organ dan jaringan di dalam tubuh. Dalam kondisi normal, sistem kekebalan tubuh bertugas melindungi tubuh dari ancaman virus dan bakteri. Namun pada penderita lupus, sistem imun justru berbalik menyerang sel-sel sehat miliknya sendiri, sehingga memicu peradangan di berbagai bagian tubuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Organ yang paling sering terdampak antara lain ginjal, jantung, kulit, dan sendi. Meski terdengar menakutkan, perlu diketahui bahwa penyakit lupus tidak menular dari satu orang ke orang lain.
Dikutip dari laman Ners Universitas Airlangga, tingkat bahaya lupus bahkan disamakan dengan penyakit kanker karena berpotensi mengancam jiwa. Tubuh penderita lupus memproduksi antibodi dalam jumlah berlebihan yang justru merusak jaringan sehat di dalam tubuh, sehingga memunculkan peradangan dan infeksi yang terus-menerus.
Siapa yang Berisiko Terkena Lupus?
Siapa pun sejatinya bisa terkena lupus, namun beberapa kelompok memiliki risiko yang lebih tinggi, di antaranya wanita berusia 15 hingga 44 tahun, kelompok ras atau etnis tertentu seperti keturunan Afrika, Karibia, Asia, dan Tionghoa, serta orang-orang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat lupus atau penyakit autoimun lainnya. Secara keseluruhan, wanita jauh lebih rentan terkena lupus dibandingkan pria.
Meskipun penyebab pasti lupus belum sepenuhnya dipahami, para ahli meyakini bahwa kombinasi faktor genetik dan lingkungan berperan besar dalam memicu kemunculan penyakit ini.
Jenis-jenis Penyakit Lupus
Dikutip dari detikHealth, lupus tidak hanya terdiri dari satu jenis. Terdapat empat varian lupus yang perlu diketahui, yaitu:
- Lupus eritematosus sistemik (SLE), merupakan jenis yang paling umum dijumpai dan menyerang berbagai sistem organ secara bersamaan.
- Lupus kutan, yakni bentuk lupus yang dampaknya terbatas hanya pada area kulit.
- Lupus akibat obat, jenis penyakit menyerupai lupus yang muncul sebagai efek samping dari konsumsi obat resep tertentu.
- Lupus neonatal, jenis lupus langka yang terjadi pada bayi yang dilahirkan oleh ibu penderita lupus.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala lupus sangat beragam dan bisa berbeda-beda pada setiap penderita karena penyakit ini bisa menyerang organ mana saja. Namun secara umum, ada beberapa tanda yang sering muncul dan patut diwaspadai, antara lain:
· Nyeri serta kekakuan pada sendi
· Munculnya ruam kemerahan di kulit terutama di area pipi dan hidung
· Rasa lelah berkepanjangan tanpa sebab yang jelas
· Kulit yang menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari
· Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas
· Demam yang datang tiba-tiba
· Jari tangan atau kaki yang tampak pucat
· Serta sariawan yang berulang
Apakah Lupus Bisa Disembuhkan?
Hingga saat ini, belum ditemukan obat yang mampu menyembuhkan lupus secara tuntas. Namun, gejala-gejalanya dapat dikelola dengan baik apabila penanganan medis dimulai sejak dini. Beberapa penderita bahkan bisa mengalami remisi total, yaitu kondisi di mana gejala menghilang dalam jangka waktu yang cukup lama.
Untuk mengelola gejala sehari-hari, penderita lupus umumnya mengonsumsi obat anti-inflamasi, hydroxychloroquine untuk mengatasi kelelahan serta masalah kulit dan sendi, tablet steroid, hingga suntikan dan krim khusus untuk menangani radang ginjal dan ruam. Pada kasus lupus yang lebih parah, dokter dapat meresepkan obat imunosupresan untuk membantu meredam respons sistem kekebalan tubuh yang berlebihan.
Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.
(dai/dai)
