Bocah di Semarang Tewas karena Bubuk Petasan Meledak

Regional

Bocah di Semarang Tewas karena Bubuk Petasan Meledak

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikSumbagsel
Jumat, 20 Mar 2026 17:20 WIB
Polisi melakukan olah TKP di lokasi ledakan obat petasan di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.
Foto: Polisi melakukan olah TKP di lokasi ledakan obat petasan di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. (Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJogja)
Semarang -

Bocah di Semarang berinisial G (9) tewas diduga terkena ledakan bubuk mercon di rumahnya di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Polisi tengah melakukan pemeriksaan terkait kejadian ini.

Dilansir detikJateng, Ketua RW 9 Tambakrejo, Ahmad Rifa'i, menerangkan rumah tersebut merupakan milik warganya, Rondiyah. Rifa'i menyebut dirinya mengetahui rumah milik Rondiyah meledak sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi.

"Saya pulangnya jam 1, ada laporan rumahnya Ibu Rondiyah itu meledak. Terus saya ke sini," ungkap Rifa'i kepada awak media saat dijumpai di lokasi kejadian, Jumat (20/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat dia sampai di lokasi, warga telah masuk ke rumah milik Rondiyah. Dia melihat seisi rumah telah hancur akibat ledakan.

"Ternyata di dalam itu sudah pada hancur semua," terangnya.

ADVERTISEMENT

Rifa'i menerangkan, rumah milik Rondiyah hancur akibat ledakan petasan. Dia mengatakan, petasan tersebut dibeli secara daring.

"Petasan itu beli secara online. Bilangnya itu 5 ons ditaruh di toples di bawah magicom, meledak, (suara) kencang," terangnya.

Akibat ledakan tersebut, seorang bocah berinisial G meninggal dunia. Adapun penghuni lainnya, termasuk Rondiyah selamat.

"Di samping itu, sekitar jam 02.00 ada satu anak yang belum diketahui makanya dicari, kebetulan warga menemukan. Satu anak yang belum ditemukan itu dalam keadaan meninggal dunia. Usianya 9 tahun, kelas 3. Diduga (meninggal) kena ledakan dari, menurut informasi, petasan," tuturnya.

"Yang luka-luka tidak ada, cuma korban meninggal namanya G. Waktu ditemukan posisi di bawah meja makan. Yang lain keluar," lanjutnya.

Tenaga Ahli Bid Labfor Polda Jateng, AKBP Totok Trikusuma Rahmat, membenarkan terdapat satu korban dalam kejadian tersebut.

"Informasi satu orang meninggal dari anak. Umur 9 tahun. Untuk kejadian menurut pihak Inafis jam 01.00 WIB," kata Totok.

Pihaknya telah mengamankan barang bukti sisa hasil ledakan. Barang bukti tersebut bakal diperdalam lagi.

"Untuk hasil pemeriksaan dari lapor kita cuma mengambil barang bukti sisa-sisa ledakan. Di sini kita akan diperdalam lebih lanjut. Untuk hasilnya nanti nunggu kita pemeriksaan lebih lanjut. Karena barang bukti yang yang masih utuh atau yang masih belum meledak, saya tidak temukan. Ini cuma dapat sisa-sisa hasil bekas ledakan," terangnya.

Adapun ledakan diduga berasal dari bubuk petasan di sebuah toples. Diperkirakan bubuk tersebut akan dirakit menjadi petasan.

"Dia itu serbuk petasan satu toples atau satu wadah. Dia meledak langsung, jadi belum ada petasan yang saya temukan karena dia merakit, beli COD. Jadi belum melakukan proses perakitan, dia meledak sendiri," tambahnya.

Dia menyebut bahan dari bubuk petasan tersebut bakal didalami. Sebab polisi tidak menemukan bubuk petasan yang masih utuh.

"Untuk bahannya kita dalami dulu karena di sini yang utuh tidak saya temukan. Jadi sudah meledak semuanya. Kita periksa di lab untuk hasil lebih lanjut," katanya.

Menurut informasi yang diterima polisi, ledakan berasal dari dalam kamar rumah tersebut.

"Ledakan ada di dalam kamar. Mungkin dari informasi kamar tersebut, kamar anak itu sendiri. Ini jenisnya low explocide," pungkasnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads