Polda Sumsel Terjunkan MCC untuk Pantau Arus Lalu Lintas Berbasis Teknologi

Sumatera Selatan

Polda Sumsel Terjunkan MCC untuk Pantau Arus Lalu Lintas Berbasis Teknologi

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Jumat, 20 Mar 2026 23:30 WIB
Sejumlah PJU Polda Sumsel berada di dalam Mobile Command Center yang diterjunkan di lokasi strategis
Foto: Sejumlah PJU Polda Sumsel berada di dalam Mobile Command Center yang diterjunkan di lokasi strategis (Dok. Polda Sumsel)
Palembang -

Polda Sumatera Selatan menurunkan langsung Mobile Command Center (MCC) ke titik kemacetan strategis Jalintim Betung dalam pengamanan arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah ini dalam menghadirkan pengawasan lalu lintas berbasis teknologi secara real-time di jalur vital Sumatera.

MCC sebagai pusat kendali lapangan yang mengintegrasikan CCTV real-time, Drone pemantau udara dan Command Center digital. Dengan langkah tersebut, Polda Sumsel tidak hanya memantau, tetapi mengendalikan situasi lalu lintas secara langsung di titik kritis.

Berbeda dengan pola konvensional, Polda Sumsel mengubah strategi dari pemantauan pasif menjadi kendali aktif berbasis data lapangan. MCC memungkinkan pengambil keputusan secara cepat dan mengarahkan personel secara langsung, serta mengurai kemacetan tanpa jeda koordinasi panjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karo Ops Polda Sumsel sekaligus Karendal Opsda, Kombes M Anis Prasetio Santoso memimpin langsung pengecekan di Simpang Tugu Polwan Betung dan Pasar Betung, Km 68 Jalintim Palembang-Jambi. Sebab hasil pemantauan menunjukkan arus kendaraan padat merayap dititik tersebut.

Menurutnya, Polda Sumsel mampu mempercepat eksekusi lapangan, menghilangkan hambatan koordinasi dan juga menjamin respons cepat di titik kemacetan, dengan menerjunkan langsung MCC.

ADVERTISEMENT

"Kami hadir langsung di titik kemacetan, bukan sekadar memantau. Semua keputusan kami ambil berdasarkan data real-time dari lapangan. Kecepatan respons adalah kunci pelayanan kepada masyarakat," katanya kepada wartawan.

Selanjutnya, penggunaan drone memberikan perspektif udara yang krusial dalam membaca pola kemacetan. Sementara, CCTV menghadirkan visual real-time, identifikasi titik bottleneck serta monitoring arus kendaraan secara menyeluruh.

Kombinasi keduanya menghasilkan analisis lalu lintas berbasis 3 dimensi, yang memungkinkan tindakan lebih presisi dan cepat.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu'min Wijaya menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi pelayanan Polri.

"Polda Sumsel terus menghadirkan inovasi teknologi dalam pengamanan mudik. Mobile Command Center kami turunkan langsung ke titik kritis agar masyarakat merasakan kehadiran Polri secara nyata dan cepat," katanya.

Nandang juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan Call Center 110 yang aktif 24 jam. Polda Sumsel mengimbau pemudik untuk mengikuti arahan petugas, menggunakan tol fungsional sebagai alternatif serta tidak melawan arus untuk mencegah kemacetan.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads