Momen Lebaran identik dengan hidangan bersantan, makanan berlemak, serta kue-kue manis yang menggugah selera. Setelah sebulan berpuasa, tak sedikit masyarakat yang 'balas dendam' dengan menyantap berbagai sajian tersebut.
Namun, Ahli Gizi RSMH Palembang, Yenita, mengingatkan pentingnya menjaga pola makan agar tetap sehat selama Hari Raya Idulfitri. Menurutnya, menu khas Lebaran seperti rendang, opor ayam, dan sambal goreng buncis umumnya mengandung lemak tinggi.
Ditambah lagi dengan kue Lebaran yang tinggi gula dan lemak, konsumsi berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika dikonsumsi berlebihan, dapat meningkatkan risiko hiperkolesterolemia, hipertensi, hingga penumpukan plak lemak di pembuluh darah yang berpotensi menyebabkan gangguan jantung," ujarnya,Sabtu (21/3/2026).
Agar tetap sehat tanpa harus menghindari hidangan Lebaran, Yenita membagikan sejumlah tips yang bisa diterapkan masyarakat.
Pertama, mengurangi penggunaan santan dalam masakan. Alternatifnya, santan bisa diencerkan agar kadar lemaknya lebih rendah.Kedua, memilih metode memasak yang lebih sehat.
"Ayam bisa diolah dengan cara dipanggang atau direbus, bukan digoreng atau dimasak dengan santan kental," jelasnya.
Ketiga, imbangi konsumsi makanan dengan memperbanyak sayur dan buah agar asupan serat tetap terpenuhi.
"Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih minimal delapan gelas per hari, serta membatasi konsumsi makanan dan minuman manis," ungkapnya.
Yenita juga mengingatkan agar tidak terlalu sering memanaskan makanan berulang kali karena dapat menurunkan kualitas gizi.
Bagi penderita penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan jantung, ia menekankan pentingnya pembatasan makanan bersantan dan berlemak selama Lebaran.
"Kalau ingin tetap mengonsumsi, gunakan santan encer dan tetap dalam porsi terbatas," katanya.
Dengan menerapkan pola makan yang seimbang, masyarakat tetap bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa mengorbankan kesehatan.
Sementara itu, dokter spesialis Penyakit Dalam (Konsultasi Ginjal Hipertensi) RSMH Palembang Dr.dr Zulkhair mengatakan bagi seseorang penderita hipertensi, diabetes dan riwayat stroke kunci utamanya mengendalikan asupan gula, garam dan lemak.
"Lebaran sehat penderita penyakit kronis dapat melakukan manajemen makanan," ujarnya.
Bagi penderita Hipertensi/stroke hindari makanan terlalu asin seperti rendang, opor dan lainnya.
"Kurangi makanan bersantan kental dan gorengan untuk mencegah kolesterol naik," ujarnya.
Selain itu ia juga mengingatkan agar mengonsumsi makanan berserat dan buah-buahan seperti apel, pir, jeruk dan beri.
"Makanan tersebut gunanya untuk mengontrol gula darah dan menjaga rasa kenyang dan jangan lupa minum air putih serta minum obat yang teratur," katanya.
(dai/dai)