Pemudik Berangkat Lewat Pelabuhan Tanjung Kalian Capai 32.315 Orang

Bangka Belitung

Pemudik Berangkat Lewat Pelabuhan Tanjung Kalian Capai 32.315 Orang

Deny Wahyono - detikSumbagsel
Jumat, 27 Mar 2026 21:24 WIB
Situasi di Pelabuhan Tanjung Kalian saat arus mudik.
Situasi di Pelabuhan Tanjung Kalian saat arus mudik. (Foto: Deni Wahyono)
Bangka Barat -

Polres Bangka Barat (Babar) mencatat jumlah pemudik lebaran 2026 yang keluar lewat Pelabuhan Tanjung Kalian, melonjak dibandingkan tahun sebelumnya. Selama Operasi Ketupat Menumbing 2026, 32.315 pemudik meninggalkan pelabuhan.

"Jumlah penumpang yang berangkat lewat Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok, tercatat mencapai 32.315 orang. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan penumpang yang datang ke Bangka yakni 10.485 orang," kata Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, saat menyampaikan hasil pelaksanaan operasi, Jumat (27/3/2026).

Aditya menjelaskan jumlah itu berdasarkan data manifest kapal yang berangkat lewat Pelabuhan Tanjung Kalian menuju Tanjung Api-Api, sejak 13-25 Maret 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kondisi ini menunjukkan bahwa arus mudik lebih dominan dibandingkan arus balik selama Operasi Ketupat 2026 berlangsung," tegasnya.

Pada puncak arus mudik, kendaraan yang melintas keluar melintas di pelabuhan juga mengalami lonjakan. Untuk roda 2, totalnya

ADVERTISEMENT

mencapai 3.026 kendaraan dan roda empat sebanyak 4.697 unit. Sedangkan, kendaraan roda enam hingga tronton totalnya 314 unit.

Secara presentase, perbandingan pemudik di 2026 dengan 2025, untuk keberangkatan naik sebesar 35 %. Sedangkan pemudik yang tiba di pelabuhan naik sebesar 20%.

Untuk kendaraan R2 yang melintas keluar lewat pelabuhan juga naik tahun ini sebesar 58%. Untuk yang tiba mengalami kenaikan sebesar 59%. Sedangkan R4, naik 56% dan yang datang naik 39%.

Selanjutnya kendaraan R6, tahun ini turun sebesar 70%, sedangkan yang tiba malah naik sebesar 80%. Terakhir, Kendaraan R6/Fuso yang berangkat mengalami peningkatan sebesar 53% dan yang datang juga naik sebesar 34%.

Menurut Kapolres, lonjakan ini dipengaruhi banyaknya masyarakat yang mudik lebaran 2026 menggunakan jasa penyeberangan sehingga sempat terjadi penumpukan. Hal ini terjadi lantaran keterbatasan armada kapal dan dermaga yang tersedia.

"Data ini menunjukkan adanya lonjakan penumpang pada arus mudik. Hal ini berdampak pada kepadatan di Pelabuhan Tanjungkalian, namun dapat diantisipasi dengan pengaturan yang kami lakukan bersama instansi terkait," tegasnya.

Sebagaimana kita ketahui, di pengamanan mudik 2026 Polres Babar menerapkan sistem penampungan kendaraan sebelum masuk ke area pelabuhan guna memastikan antrean berjalan sesuai jadwal tiket. Dengan begitu, secara umum operasi kemanusiaan ini berjalan aman dan kondusif.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads