Kapal Malaysia dan Thailand Diizinkan Lintasi Selat Hormuz

Internasional

Kapal Malaysia dan Thailand Diizinkan Lintasi Selat Hormuz

BBC Indonesia - detikSumbagsel
Minggu, 29 Mar 2026 07:30 WIB
The Liberia-flagged tanker Shenlong Suezmax, loaded with Saudi Arabian crude, arrives at a port after transiting the Strait of Hormuz amid supply disruptions linked to the U.S-Israeli conflict with Iran, in Mumbai, India, March 12, 2026. REUTERS/Francis Mascarenhas
Foto: Ilustrasi Selat Hormuz (REUTERS/Francis Mascarenhas)
Jakarta -

Pemerintah Iran memberi izin bagi kapal tanker Malaysia melintasi Selat Hormuz. Hal ini diungkapkan Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

"Kini kami sedang dalam proses melepaskan kapal tanker minyak Malaysia beserta para pekerjanya agar mereka dapat meneruskan perjalanan pulang," ujar Anwar dalam pidato khusus yang disiarkan secara langsung di stasiun televisi nasional, Kamis (26/03), sebagaimana dilansir kantor berita Bernama.

Anwar menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, atas izin yang diberikan kepada kapal tanker minyak Malaysia untuk melintasi Selat Hormuz.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menambahkan, blokade di Selat Hormuz serta gangguan terhadap pasokan minyak dan gas global berpotensi memengaruhi Malaysia.

Menurutnya, Malaysia berada dalam posisi yang relatif lebih baik berkat kemampuan perusahaan energi nasional Petronas dalam mengelola pasokan dan memastikan stabilitas energi.

ADVERTISEMENT

Selain kapal tanker Malaysia, kapal tanker minyak Thailand berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman. Hal itu tercapai setelah pemerintah Thailand dan Iran melakukan koordinasi diplomatik, menurut Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow.

Sihasak mengatakan kapal tanker milik Bangchak Corporation itu melintasi Selat Hormuz pada Senin (23/03) menyusul pembicaraan antara dirinya dengan Duta Besar Iran untuk Thailand, Nasereddin Heydari.

"Saya meminta apakah kapal-kapal Thailand yang perlu melewati selat dapat dibantu untuk memastikan pelayaran yang aman," kata Sihasak.

"Mereka menjawab bahwa mereka akan mengurusnya dan meminta kami menyampaikan daftar kapal yang akan melintas," sambungnya sebagaimana dikutip Bangkok Post.

Pelayaran aman kapal tanker Thailand ini terjadi dua minggu setelah kapal pengangkut berbendera Thailand, Mayuree Naree, diserang proyektil di selat tersebut.

Lantas negara mana saja yang kapalnya diperbolehkan melintasi Selat Hormuz?

Berbicara kepada stasiun televisi pemerintah Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup.

"Banyak pemilik kapal, atau negara pemilik kapal-kapal tersebut, telah menghubungi kami dan meminta agar kami memastikan keselamatan pelayaran mereka melalui selat," ujar Araghchi, seperti dikutip kantor berita Reuters.

"Untuk sejumlah negara yang kami anggap bersahabat, atau dalam kasus tertentu yang kami nilai perlu, angkatan bersenjata kami telah memberikan pengawalan secara aman," tambahnya.

"Seperti yang Anda lihat dalam pemberitaan: China, Rusia, Pakistan, Irak, dan India. Dua kapal India melintas beberapa malam lalu, begitu pula dari negara lain, bahkan Bangladesh, saya kira. Negara-negara ini berbicara dan berkoordinasi dengan kami, dan hal ini akan terus berlanjut di masa depan, bahkan setelah perang berakhir," lanjutnya.

Berdasarkan data pelayaran Kpler menunjukkan hanya 99 kapal yang melewati selat sempit tersebut sepanjang bulan ini, atau rata-rata lima hingga enam kapal per hari.

Sebelum perang, sekitar 138 kapal melintasi selat itu setiap hari, berdasarkan data Joint Maritime Information Centre. Kapal-kapal itu diandalkan untuk membawa seperlima pasokan minyak global.

Analisis BBC menunjukkan sekitar sepertiga dari pelayaran terbaru di Selat Hormuz dilakukan oleh kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan Iran. Di antaranya terdapat 14 kapal yang berlayar dengan bendera Iran serta sejumlah kapal lain yang dikenai sanksi karena diduga terhubung dengan perdagangan minyak Teheran.

Sembilan kapal lainnya dimiliki perusahaan yang beralamat di China. Adapun enam kapal tercatat menjadikan India sebagai tujuan akhir. Sejumlah kapal yang berhasil melintasi Selat Hormuz tampak memilih rute yang lebih panjang dari biasanya.

Data pelacakan sebuah kapal tanker berbendera Pakistan menunjukkan kapal itu berlayar lebih dekat ke pantai Iran pada 15 Maretalih-alih menempuh jalur umum yang berada di bagian tengah selat.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads