Tiga pendaki perempuan terpaksa dievakuasi dari Gunung Dempo, Pagar Alam, Sumatera Selatan. Mereka dievakuasi setelah mengalami hipotermia, kelelahan dan cedera saat turun dari gunung Dempo, Sabtu (28/3/2026).
Tim Brigade Dempo dan Rescue BPBD Kota Pagar Alam bersama Tagana dan Relawan bergerak cepat usai menerima laporan adanya pendaki yang tertahan di jalur pendakian.
"Kami menerima untuk segera berkumpul di Kampung Empat, lalu langsung bergerak naik sekitar pukul 18.00 WIB menuju lokasi pendaki," ujar Tim Brigade Dian Saputra, Minggu (29/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun ketiga pendaki yang dievakuasi yakni Maya Sefty Ilmiyanti (23), dan Najwa (19) asal Palembang, serta Ica (22) dari Bengkulu.
"Mereka berada di sekitar shelter I atau kurang lebih dua jam dari Pintu Rimba saat kami temukan," katanya.
Informasi yang dihimpun, para pendaki sebelumnya berkemah selama dua malam di puncak Gunung Dempo sebelum akhirnya memutuskan turun.
Cuaca dingin cukup ekstrem, sehingga mereka memilih turun. Namun, di perjalanan, kondisi fisik pendaki menurun hingga mengalami hipotermia dan kelelahan.
Dalam proses turun, salah satu pendaki juga dilaporkan sempat terjatuh di jalur tebing dan mengalami cedera pada bagian kaki.
"Ada satu korban yang terpeleset hingga mengalami keseleo dan luka, sehingga perlu bantuan evakuasi," katanya.
Saat ini, seluruh korban telah berhasil dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan setempat.
"Kondisi korban sudah tertangani, saat ini dalam perawatan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala KPH X Dempo Heri mengatakan pihaknya terus meningkatkan pengawasan di jalur pendakian guna mencegah kejadian serupa.
"Kami siagakan tim di sejumlah titik, baik di jalur maupun di puncak, agar jika ada kejadian bisa cepat ditangani," ungkapnya.
Heri juga mengimbau kepada para pendaki untuk lebih memperhatikan kondisi fisik selama melakukan pendakian.
"Jangan dipaksakan jika sudah lelah. Segera koordinasi dengan rekan agar bisa diantisipasi lebih awal," pungkasnya.
(csb/csb)
