Sebanyak 14 warga negara Indonesia (WNI) yang diduga menjadi korban penipuan kerja di Kamboja dengan iming-iming gaji tinggi, telah tiba di Palembang. Serah terima pemulangan mereka kepada keluarga dilakukan Gubernur Sumsel Herman Deru di Auditorium Bina Praja, Senin (30/3/2026).
Dalam acara itu, Deru melakukan dialog dengan 14 orang tersebut hingga akhirnya bekerja di luar negeri. Dia juga menceritakan awal mula ikut membantu pemulangan belasan warga Palembang tersebut.
"Saya dapat informasi kalau ada anak tidak memakai baju bekerja di Kamboja dan minta pulang ke Palembang. Batin saya terpanggil, sehingga kami berkoordinasi di Griya Agung kenapa bisa terjadi seperti ini. Saat itu saya sudah memastikan agar kalian dipulangkan. Saya harap kejadian ini tidak berulang lagi," ujar Deru, Senin (30/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia berharap warga Sumsel tidak mudah tertipu rayuan pekerjaan di luar negeri dengan iming-iming gaji tinggi. Apalagi, jika tak punya skill atau kemampuan untuk bersaing dengan pekerja luar.
"Satu hal yang penting, kalian berangkat jauh ke Kamboja untuk mencari nafkah untuk keluarga, bukan jadi penjahat. Jadi, iming-iming kerja di restoran dengan gaji besar tapi terjadi seperti ini, mending gaji kecil tapi pasti," terangnya.
Dia juga menantang seluruhnya untuk memiliki usaha sendiri. Mereka diminta berembuk dan berkoordinasi dengan Disnakertrans Sumsel.
"Saya tuntut kalian punya kreasi, rembuk dulu mau usaha apa. Apakah bengkel, kuliner, tampal ban, atau bidang lain yang kalian lihat di Kamboja untuk diterapkan di sini," ungkapnya.
Deru juga menekankan bahwa bekerja di luar negeri harus melalui jalur resmi dan memastikan memiliki keahlian. Kejadian ini disebutnya bisa menjadi pelajaran bagi seluruh warga Sumsel.
"Ini bisa jadi contoh bagi pemuda yang lain, karena iming-iming gaji Rp 12 juta, kemudian tidak punya keahlian di bidang restoran dan tidak melalui jalur resmi, lalu berangkat ke luar negeri. Bukan mudah orang mau memberi gaji Rp 12 juta kalau kita tidak punya keahlian. Tapi, alhamdulillah semuanya bisa membali ke sini," ujarnya.
Kepala Disnakertrans Sumsel Indra Bangsawan menambahkan total WNI asal Palembang yang tertipu kerja di Kamboja sebanyak 15 orang. Namun, yang kembali 14 orang.
"Total ada 15 orang, satu WNI di antaranya sudah kembali lebih dulu secara mandiri. Pemulangan WNI ini sesuai dengan saran Pak Gubernur usai menerima informasi WNI asal Palembang yang terjebak di Kamboja dan langsung berkoordinasi dengan Polda dan BP3MI untuk pendampingan dan koordinasi hingga akhirnya pemulangan terlaksana," ujarnya.
(csb/csb)