29 Orang Tewas dalam Insiden Jatuhnya Pesawat Militer Rusia di Krimea

Internasional

29 Orang Tewas dalam Insiden Jatuhnya Pesawat Militer Rusia di Krimea

Rita Uli Hutapea - detikSumbagsel
Rabu, 01 Apr 2026 12:31 WIB
(FILES) This file photo taken on April 23, 2020 shows an Antonov-225 Mriya cargo plane carrying medical cargo from China preparing to land at an airfield in Gostomel outside Kiev amid the COVID-19 coronavirus pandemic. - The worlds largest plane, the Ukrainian Antonov-225 freighter, was destroyed by Russian strikes on an airport near Kiev in the midst of heavy fighting, the state-run Ukroboronprom announced, on February 27, 2022. (Photo by GENYA SAVILOV / AFP)
Foto: Ilustrasi pesawat (AFP/GENYA SAVILOV)
Jakarta -

Pesawat militer Rusia, An-26 jatuh ke tebing di Semenanjung Krimea. Insiden ini menewaskan 29 orang di dalamnya.

Dilansir detikNews dari kantor berita Rusia, TASS, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan penyebabnya kemungkinan karena kerusakan teknis. Mereka melaporkan bahwa komunikasi dengan pesawat terputus sekitar pukul 18.00 waktu setempat pada hari Selasa dalam penerbangan yang direncanakan di atas Krimea.

Semenanjung Krimea itu, yang ditutupi pegunungan yang membentang hingga ke pantai Laut Hitam, dianeksasi oleh Rusia dari Ukraina pada tahun 2014.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kementerian Pertahanan melaporkan bahwa tim pencarian telah menemukan lokasi bencana. Menurut laporan dari lokasi tersebut, enam awak dan 23 penumpang di dalamnya tewas," imbuhnya, dilansir kantor berita Reuters, Rabu (1/4/2026).

ADVERTISEMENT

Laporan kementerian tidak menyebutkan berapa banyak orang yang berada di dalam pesawat, tetapi tidak menyebutkan adanya korban selamat di pesawat An-26 tersebut.

Pesawat itu merupakan pesawat angkut militer taktis ringan yang selama beberapa dekade telah menjadi andalan, yang dapat mengangkut kargo dan hingga 40 penumpang dalam jarak pendek dan menengah.

"Tidak ada benturan pada pesawat," lapor TASS mengutip pernyataan kementerian, yang menyiratkan bahwa benda-benda seperti rudal, drone, dan burung tidak terlibat.

"Penyebab awal kecelakaan adalah kerusakan teknis. Sebuah komisi dari militer sedang bekerja di lokasi kejadian," lapor TASS.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads