BPBD Petakan 12 Wilayah Rawan Karhutla di Sumsel, Mana Saja?

Sumatera Selatan

BPBD Petakan 12 Wilayah Rawan Karhutla di Sumsel, Mana Saja?

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Minggu, 05 Apr 2026 06:30 WIB
Asap Karhutla di Sumsel membubung tinggi.
Ilustrasi karhutla (Foto: BPBD Sumsel)
Palembang -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan memetakan sebanyak 12 daerah yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Wilayah-wilayah ini dinilai memiliki potensi tinggi, terutama karena didominasi lahan gambut yang mudah terbakar saat musim kemarau.

Kepala BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana mengatakan ke-12 daerah tersebut merupakan wilayah yang hampir setiap tahun mengalami kejadian karhutla, sehingga menjadi prioritas dalam upaya pencegahan dan penanggulangan.

"Ada 12 daerah di Sumsel yang rawan karhutla, wilayah-wilayah ini selalu menjadi perhatian karena setiap tahun karhutla yang terjadi cukup luas," ujar Iqbal, Minggu (4/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ke-12 daerah ini adalah Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Lahat. Kemudian Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, OKU, dan OKU Selatan.

ADVERTISEMENT

Iqbal menjelaskan, beberapa wilayah seperti OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, dan PALI menjadi prioritas utama karena memiliki kawasan gambut yang luas. Kebakaran di lahan gambut membuat api mudah menyebar dan sulit dipadamkan jika terjadi karhutla.

Selain itu, jelang memasuki musim kemarau Mei nanti, Pemprov Sumsel telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Apel siaga menghadapi bencana karhutla direncanakan pada 22 April mendatang di Griya Agung, Palembang. Apel akan dipimpin langsung Menko Polkam.

"Kemudian penetapan status siaga darurat bencana karhutla, pembentukan posko, hingga pengajuan operasi modifikasi cuaca dan bantuan helikopter pemadam," jelasnya.

Untuk mengantisipasi potensi kebakaran, peningkatan deteksi dini dan respons cepat, patroli terpadu, pemantauan titik panas (hotspot) secara berkala, serta penguatan peran masyarakat dalam pencegahan kebakaran, khususnya di wilayah rawan gambut.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pembukaan lahan dengan cara dibakar berpotensi menyebabkan karhutla. Kemudian, segera melaporkan jika menemukan titik api guna mencegah meluasnya kebakaran.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads