Harga Avtur Naik, ASITA Sumsel Sebut Berdampak ke Industri Pariwisata Daerah

Sumatera Selatan

Harga Avtur Naik, ASITA Sumsel Sebut Berdampak ke Industri Pariwisata Daerah

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Rabu, 08 Apr 2026 05:31 WIB
Petugas melakukan pengisian bahan bakar avtur ke pesawat Airbus A330-343 milik maskapai penerbangan Saudia di Bandara Internasional Sultan Mahmud Baddarudin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (27/5/2023). Pertamina Patra Niaga Region Sumbagsel menyiapkan sebanyak 2.304 kiloliter avtur untuk kebutuhan bahan bakar pesawat bagi 23 kelompok terbang (kloter) haji embarkasi Palembang di Bandara Internasional Sultan Mahmud Baddarudin (SMB) II Palembang. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym.
Foto: Ilustrasi pesawat isi avtur (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Palembang -

Kenaikan harga bahan bakar pesawat atau Avtur yang baru diumumkan pemerintah dinilai akan sangat berimbas kepada industri pariwisata. Khususnya lonjakan harga tiket pesawat yang menjadi komponen utama perjalanan wisata.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Sumatera Selatan, Feby Yolan Effendy mengatakan kenaikan harga Avtur secara otomatis akan memicu kenaikan harga tiket pesawat yang sulit dihindari.

"Hal ini cukup membuat resah," kata Feby, Selasa (7/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Feby, kenaikan harga Avtur dapat dipastikan akan mengakibatkan kenaikan harga tiket.

"Komponen pertama yang pasti harga tiket naik dan ini berdampak dengan menurunnya minat masyarakat untuk berlibur atau melakukan perjalanan wisata," kata Feby.

ADVERTISEMENT

Selain itu, harga tiket pesawat yang naik juga berdampak lain. Di antaranya, minat masyarakat untuk liburan khususnya berlibur ke rute yang jauh akan turun drastis karena adanya kenaikan harga tiket pesawat.

Menyikapi hal tersebut ASITA Sumsel, lanjut Feby, akan menyesuaikan dengan perilaku wisatawan. Salah satunya, merubah komponen terkait semakin tingginya harga tiket pesawat ini.

"Kita akan menyesuaikan antara lain membuat paket tour dengan jarak yang lebih dekat yakni wisata domestic low cost," katanya.

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia mengizinkan kenaikan harga tiket pesawat di kisaran 9-13%. Kenaikan harga tiket pesawat ini menyusul kenaikan harga Avtur global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan tekanan geopolitik global membuat harga avtur melambung tinggi. Di Filipina, harga Avtur sudah menembus Rp 25.326 per liter, bahkan di Thailand mencapai Rp 29.518 per liter.

Sementara di Indonesia, per hari ini harga Avtur di Bandara Soekarno-Hatta Rp 23.551 per liter. Kenaikan harga ini dapat mempengaruhi operasional maskapai nasional.

"Kenaikan ini sangat mempengaruhi operasional maskapai nasional, di mana komponen avtur berkontribusi hingga 40% dari total biaya operasional pesawat," ujar Airlangga dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Airlangga mengatakan, avtur termasuk Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi dan mengikuti perkembangan pasar global. Menurutnya, jika harga avtur tidak disesuaikan, maskapai asing berpotensi memanfaatkan perbedaan harga tersebut.

"Tentunya kalau kita tidak menyesuaikan, maskapai penerbangan lain bisa memanfaatkan perbedaan harga tersebut," tambah Airlangga.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads