Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di samping Tol Palembang-Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, berhasil padam. Luas lahan yang terbakar mencapai 10 hektare.
"Sudah padam semalam, luas yang terbakar mencapai 10 hektare. Upaya pemadaman juga terbantu oleh hujan deras yang terjadi tadi malam," ujar Kepala Pelaksana BPBD Ogan Ilir Edi Rahmat, Rabu (8/4/2026).
Karhutla yang terjadi di Desa Palemraya, Kecamatan Indralaya Utara, itu diketahui terjadi sejak pukul 11.12 WIB. BPBD yang mendapat laporan langsung menuju ke lokasi karhutla dengan membawa mobil pemadam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lahan dengan vegetasi yang mengering kian mempercepat penyebaran api. Sebelum berhasil padam karena terbantu hujan, titik api hanya menyisakan sejumlah spot di bagian tengah.
"Tanah yang terbakar di lokasi itu berupa semi gambut dengan vegetasi semak dan kayu gelam. Penyebab kebakaran belum diketahui, termasuk siapa pemilik lahan yang terbakar," katanya.
Dia menambahkan, penetapan status siaga karhutla di wilayah Ogan Ilir akan dilakukan dalam waktu dekat. Penetapan lebih awal sebagai upaya kesiapsiagaan dan antisipasi kejadian karhutla.
"SK penetapan status siaga karhutla sudah kita naikkan, tinggal menunggu Pak Bupati," ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Ogan Ilir, Bagus Suryo Wibowo, mengatakan proses pemadaman melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur. Sedikitnya 30 personel Polri, 3 anggota TNI, 8 petugas BPBD, serta 7 personel Manggala Agni diterjunkan ke lokasi. Selain itu, unsur perusahaan, Satgas Masyarakat Peduli Api (MPA) Pulau Semambu, dan warga setempat juga turut membantu.
"Api cepat menyebar akibat kondisi lahan yang kering dan mudah terbakar. Tim gabungan melakukan pemadaman secara intensif menggunakan mesin pompa jinjing serta suplai air dari tangki. Alhamdulillah api berhasil padam, juga dibantu hujan deras semalam," katanya.
Ia menjelaskan, kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan sebelumnya membuat lahan menjadi sangat rentan terbakar. Vegetasi kering seperti rumput purun mempercepat penyebaran api ke area yang lebih luas.
Lebih lanjut, pihak kepolisian bersama pemerintah daerah terus melakukan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya membuka lahan dengan cara dibakar.
"Kita koordinasi dengan pemda untuk sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Ini langkah pre-emptif yang terus kita lakukan," jelasnya.
Selain itu, patroli gabungan juga terus digencarkan sebagai langkah pencegahan. Tim yang terdiri dari Polri, TNI, BPBD, dan Manggala Agni rutin melakukan pemantauan di wilayah-wilayah rawan karhutla.
"Kita laksanakan patroli gabungan untuk mengantisipasi adanya pembakaran lahan. Ini langkah preventif agar kejadian bisa ditekan," tambahnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga menyiagakan tim kolaborasi lintas instansi yang dilengkapi sarana dan prasarana pemadaman guna merespons cepat jika terjadi kebakaran.
Peran aktif masyarakat juga menjadi kunci dalam pencegahan karhutla. Warga desa, khususnya di daerah rawan, diminta untuk ikut serta dalam upaya pencegahan maupun pemadaman jika terjadi kebakaran.
"Perlintasan warga desa secara aktif sangat penting, terutama di desa-desa rawan karhutla, untuk ikut membantu mencegah maupun memadamkan kebakaran," tegasnya.
Kapolres pun kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena selain berbahaya, tindakan tersebut juga dapat dikenakan sanksi hukum.
"Dengan kolaborasi semua pihak, kami harap potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Ogan Ilir dapat diminimalisir, terutama memasuki musim kemarau yang rawan terjadi karhutla,"tutupnya.
Bagus menyebut, pihak kepolisian bersama pemerintah daerah terus melakukan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya membuka lahan dengan cara dibakar.
"Kita koordinasi dengan pemda untuk sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Ini langkah preemptif yang terus kita lakukan," jelasnya.
Selain itu, patroli gabungan juga terus digencarkan sebagai langkah pencegahan. Tim yang terdiri dari Polri, TNI, BPBD, dan Manggala Agni rutin melakukan pemantauan di wilayah-wilayah rawan karhutla.
"Kita laksanakan patroli gabungan untuk mengantisipasi adanya pembakaran lahan. Ini langkah preventif agar kejadian bisa ditekan," tambahnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga menyiagakan tim kolaborasi lintas instansi yang dilengkapi sarana dan prasarana pemadaman guna merespons cepat jika terjadi kebakaran.
Peran aktif masyarakat juga menjadi kunci dalam pencegahan karhutla. Warga desa, khususnya di daerah rawan, diminta untuk ikut serta dalam upaya pencegahan maupun pemadaman jika terjadi kebakaran.
"Perlintasan warga desa secara aktif sangat penting, terutama di desa-desa rawan karhutla, untuk ikut membantu mencegah maupun memadamkan kebakaran," tegasnya.
Kapolres pun kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena selain berbahaya, tindakan tersebut juga dapat dikenakan sanksi hukum.
"Dengan kolaborasi semua pihak, kami harap potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Ogan Ilir dapat diminimalisir, terutama memasuki musim kemarau yang rawan terjadi karhutla," tutupnya.
(dai/dai)